MAMASA, BKM — Sebuah eskavator milik PT Sumber Jaya Raya dibiarkan pemiliknya teronggok di tengah aliran Sungai Mamasa. Tepatnya di Dusun Dadeko, Desa Malimbong, Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa.
Seperti diungkapkan Andi yang akrab disapa Papa Igo, warga setempat kepada BKM, kemarin, eskavator ini telah terperangkap di tengah arus Sungai Mamasa sejak bulan Juli 2016 lalu.
Menurut Andi, eskavator naas ini tiba-tiba saja mesinnya mati saat melakukan pengerukan pasir di Sungai Mamasa. Bagi warga setempat, lokasi tempat eskavator ini melakukan penggalian pasir, sejak dulu sampai sekarang dianggap keramat.
”Ini kan kepercayaan nenek-nenek kita dahulu. Dan memang diyakini setiap kita akan melakukan kegiatan proyek, apalagi di tempat yang dianggap keramat harus ada sesajen semacam minta izin dahulu kepada penunggunya. Kita mempercayai di bumi ini ada makhluk halus dan punya tempat atau rumah sama dengan manusia. Tempat eskavator terperangkap ini dahulu kala adalah tempat hunian makluk halus. Hanya saja, karena pepohonan sudah ditebang sehingga kelihatan bersih,” jelasnya.
Andi mengutarakan, beruntung pada kejadian ini hanya eskavatornya yang mati. Karena biasanya orangnya yang mati. ”Ini kan hanya teguran. Sehingga memang setiap akan melakukan kegiatan harus minta izin dulu,” jelasnya.
Terkait hal itu, pmilik eskavator, Andi Irwan, yang juga Direkrut PT Sumber Jaya Raya yang dihubungi lewat telepon selulernya, mengakui kalau eskavatornya itu sedang bekerja mengeruk pasir. ”Eh, tiba-tiba macet dan tidak bisa bergerak. Mesin bunyi tapi tidak bisa angkat baketnya. Sudah beberapa tehnisi yang mencoba memperbaiki tapi tidak bisa. Tetap saja begitu. Saya justru mau menjual eskavator itu kalau memang ada yang berminat membelinya,” ujar Irwan. (dar/mir/c)
Eskavator Terjebak di Tengah Sungai Mamasa
