Site icon Berita Kota Makassar

Selalu Baca Alquran Sebelum Turun Berlaga

KERJA keras dan ketekunan selalu akan membuahkan hasil. Begitu komitmennya untuk meraih prestasi. Perlahan namun pasti, Haerullah menapaki tangga prestasi.

Laporan: Rahmawati Amri

JIKA ingin ditulis dalam lembaran kertas, mungkin tak cukup bisa hanya selembar saja untuk mengurainya. Baik pada skala lokal, nasional, maupun internasional.
Untuk skala dunia, Ulla berkali-kali mengumandangkan lagu Indonesia Raya. Dia dipercaya membela Indonesia di SEA Games XXI 2001 di Malaysia. 2003 di Vietnam. 2005 Filipina. 2007 Thailand. 2011 Jakarta. Terakhir di SEA Games 2015 di Singapura.
Ulla juga pernah membela Indonesia di Kejuaraan Southeast Asian Fencing Federation (SEAFF) di Brunei 2005. Di ajang ini ia menyabet dua medali emas di nomor degen perseorangan dan beregu.
Pada kejuaraan dunia tahun 2006 di Italia, Ulla menempati peringkat ke-88. Selanjutnya, pada kejuaraan dunia di St Petersburg, Rusia, September 2007, dia berada di peringkat atlet terbaik 79 dunia. Adapun di tingkat Asia Fencing Championship 2007 di Nantong, China, Haerullah menduduki peringkat ke-6.
Satu hal yang sangat terekam dalam perjalanan hidupnya dalam menggeluti olahraga anggar, adalah Ulla mencatatkan diri sebagai orang pertama Sulsel yang mampu mencetak hattrick (tiga kali berturut-turut) mendulang medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON). Mulai dari PON 2008, 2012, dan 2016.
Ada ritual menarik yang dilakukan Ulla sebelum turun ke arena pertandingan. Ternyata, dia selalu menyempatkan diri untuk membaca Alquran malam sebelum dirinya berlaga.
Baginya, setelah melakukan persiapan secara matang dari segi teknik, fisik, dan mental, tetap harus diimbangi dengan totalitas penyerahan diri kepada Allah. Dan itu memberi makna besar baginya, lantaran hati dan jiwa menjadi tenang sebelum bertanding.
Berbagai prestasi yang ditorehkannya itu tidak diraihnya dengan mudah. Melainkan dilalui dengan perjuangan yang melelahkan dan kerja keras. Selain dukungan dari keluarga, terutama istri, serta kerabat lainnya.
Prestasi paling akhir yang berhasil ia ukir adalah mempersembahkan medali emas untuk Sulsel pada PON XVII di Kalimantan Timur.
Setelah itu, alumni Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM) ini memilih untuk fokus pada pekerjaannya sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel. ”Untuk saat ini fokus di pekerjaan,” ujarnya.
Selain menjadi abdi negara, Ulla juga tak mau meninggalkan dunia anggar begitu saja. Dia memilih untuk menjadi pelatih, membentuk kader atau atlet baru yang potensial dan bisa membawa nama harum bangsa dan negara.
Keputusannya itu mendapat support penuh dari Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga saat ini, Sri Endang Sukarsih. Karena aktifitasnya menjadi pelatih untuk menjaga kelangsungan dan kehadiran atlit baru berprestasi dalam olahraga anggar itu. (*/rus)

Exit mobile version