Site icon Berita Kota Makassar

SYL-Agus Belum Pasti Mencoblos

MAKASSAR, BKM — Pemilihan ketua rukun warga dan rukun tetangga (pilkara) serentak di Kota Makassar dihelat besok, Minggu (26/2). Segala persiapan pun telah dirampungkan. Namun, dua petinggi di Provinsi Sulawesi Selatan belum memastikan akan ikut mencoblos atau tidak. Mereka adalah Gubernur Syahrul Yasin Limpo dan Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang.
”Saya belum tahu. Saya lihat dulu jadwal saya, ” kata Syahrul di rumah jabatannya, Jumat (24/2).
Dari agenda yang ada, Minggu besok Wakil Presiden RI Jusuf Kalla akan melakukan kunjungan kerja di daerah ini. Berdasarkan protap, sebagai pemimpin di provinsi ini, Syahrul harus mendampingi JK.
Selain itu, pemilihan ketua RT/RW juga tidak mewajibkan secara penuh untuk ikut. Sebab berdasarkan aturan, satu keluarga hanya diwakili kepala keluarga dan bisa diwakili.
“Saya tidak mau terlalu banyak komentar soal itu, karena menjadi ranahnya Pak Wali Kota,” ujarnya.
Hal yang sama dikemukakan Wagub Agus AN. Ia juga belum bisa dipastikan apakah akan ikut memilih dalam pilkara.Tergantung agendanya apakah padat atau tidak. Selain itu, dia mengaku belum melihat undangannya.
“Saya belum tahu. Saya cek dulu di rumah apakah ada undangan memilih,” tandasnya di kantor gubernur, kemarin.
Untuk mengawal pelaksanaan pilkara serentak ini, sebanyak 164 personel kepolisian diterjunkan. Polisi akan berjaga di masing-masing tempat pemungutan suara (TPS). Mereka berasal dari polsek dan Polrestabes Makassar.
”Kita siapkan 164 personel untuk mengawal pelaksanaan pemilihan ketua RT/RW. Berapa banyak di masing-masing wilayah, tergantung dari permintaan. Mereka ada dari polsek dan polrestabes,” kata Kasubag Humas Polrestabes Makassar Kompol H Burhanuddin, kemarin.
Sebelumnya, pihak kepolisian intens melakukan koordinasi dengan Pemkot Makassar. Segala kemungkinan yang dikhawatirkan akan mengganggu proses pemilihan, telah ditempuh langkah antisipasinya.
Terpisah, Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Makassar Iskandar Lewa menginformasikan dana yang dialokasikan untuk pilkara serentak. Pemkot menyediakan anggaran dalam APBD 2017 sebesar Rp800 juta untuk perhelatan akbar ini. Mulai dari proses pemilihan, pelantikan hingga honor panitia tingkat kota.
”Anggaran yang disediakan oleh pemkot ini jauh sebelumnya telah diusulkan. Sedangkan untuk anggaran panitia pemilihan tingkat kecamatan hingga RW, disediakan masing-masing kecamatan. Kalau BPM Makassar hanya menyediakan anggaran untuk honor panitia tingkat kota, acara pemilihan, pelantikan dan juga biaya ATK,” jelas Iskandar, Jumat (24/2).
Hingga dua hari menjelang hari H pencoblosan, Iskandar memastikan seluruh persiapan telah rampung. Termasuk personel pengamanan dan fasilitas sarana pemilihan. Surat suara dan fasilitas lainnya telah diditribusikan ke semua kecamatan.
Masing-masing kecamatan juga telah melakukan persiapan dengan membentuk TPS di tiap wilayahnya. Juga koordinasi dengan unsur TNI dan Polri guna membantu mengamankan jalannya pencoblosan.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto akan mencoblos di TPS RT 01, RW 01 Kelurahan Maricayya Selatan, Kecamatan Mamajang.
”Tidak ada yang spesial. Pakai pakaian biasaji. Kalau memang nantinya ada yang menggunakan pakaian adat, itu hanya bagian dari antusiasme masyarakat. Saya apresiasi hal itu,” kata Danny, sapaan akrab wali kota, kemarin.
Lalu seperti apa ketua RT dan RW pilihan Danny? ”Yang paham Makassar. Memiliki jiwa kepemimpinan. Peduli terhadap warga dan mau bekerja untuk kepentingan warga,” ujarnya.
Camat Mamajang Fadli Wellang mengklaim, segala persiapan pilkara di wilayahnya telah rampung. Dia bersama lurah di wilayahnya telah mengangendakan untuk datang langsung ke rujab wali kota guna menyampaikan undangan memilih.
”Besok (hari ini) saya datang bersama lurah ke rujab Pak Wali untuk menyampaikan undangan. Saya datang pagi bersama lurah pakai baju adat,” katanya. (ish-arf/rus)

Exit mobile version