BANTAENG, BKM — Kecelakaan lalulintas (lakalantas) terjadi di Korong Batu, Desa Baruga, Kecamatan Pa’jukukang, Sabtu (25/2) pukul 16.00 Wita. Tabrakan maut di lokasi yang tak jauh dari Pantai Marina itu melibatkan sebuah mobil Suzuki Grand Vitara dan motor Yamaha Fino.
Saat kejadian, mobil bernomor polisi DD 410 JP dikemudikan seorang anggota polisi Bripda Hariawan. Sementara di atas motor DD 2225 XY berboncengan dua orang, yakni Helmi binti Yunus (21) dan Fadel Muhammad bin Muhtar (17).
Tragis, Helmi yang seorang ibu rumah tangga menemui ajal di tempat kejadian. Sementara Fadel yang masih berstatus pelajar meregang nyawa dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Tidak ada sumber yang mengetahui persis bagaimana Fadel bisa membonceng Helmi. Fadel adalah warga Panciro, Kecamatan Bajeng, Gowa. Sementara Helmi tercatat sebagai warga Dampang, Kelurahan Gantarangkeke, Kecamatan Gantarangkeke, Bantaeng.
Seorang kerabat korban, Kursiyah, mengaku tidak tahu kapan dan dimana Fadel menjemput Helmi. Dia hanya tahu dari obrolan di rumah duka, bahwa kedua korban baru kembali dari Bulukumba membeli sepatu untuk persiapan kursus.
“Katanya, Helmi dan Fadel mau kursus sama-sama. Jadi mereka ke Bulukumba membeli sepatu,” kata Kursiyah tanpa menyebutkan kursus yang dimaksud.
Dalam laporan polisi di Polres Bantaeng yang ditandatangani Bripka Rudini, Korban Fadel berboncengan dengan Helmi dari Bulukumba menuju Bantaeng. Grand Vitara dari arah sebaliknya.
Di TKP, ada satu unit mobil truk Mitsubishi fuso DD 8798 FA sedang terparkir di tepi jalan. Tidak ada saksi mata yang mengungkapkan bagaimana kronologis peristiwa ini.
Helmi yang tewas di TKP menderita luka patah pada tengkorak kepala, rahang, paha kanan, lengan kiri. Luka lecet di betis dan robek pada kaki kiri, serta mengeluarkan darah di hidung dan telinganya.
Fadel keluar darah di kedua telinganya, luka robek dan memar di dada, luka lecet di bagian dagu dan leher.
Kendaraan yang terlibat dalam peristiwa ini sudah diamankan di Mapolres Bantaeng. Sayangnya, tidak ada sumber di Mapolres Bantaeng yang bersedia menjelaskan, apakah pengemudi mobil diamankan atau bagaimana.
Kasat Lantas AKP Muh Thamrin dan Kanit Laka Polres Bantaeng Iptu Baharuddin yang berusaha dikonfirmasi via ponsel, tidak berhasil.
Lakalantas di Pinrang
Peristiwa serupa berlangsung di Kampung Cappa Batue, Desa Wiringtasi, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang. Lakalantas terjadi, Minggu (26/2) pukul 11.00 Wita.
Dua sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan terlibat dalam tabrakan ini. Masing-masing Honda Beat dan Yamah Vixion. Seorang pengendara meninggal di lokasi kejadian.
Abdul Kadir, warga Desa Lero yang mengendarai Honda Beat ditabrak saat hendak berbelok masuk ke rumah kakaknya oleh pengendara Yamaha Vixion (belum diketahui identitasnya). Motor yang menabrak Abdul Kadir melaju cukup kencang.
Akibatnya, Abdul Kadir tewas di TKP. Sementara pengendara Vixion yang juga mengalami luka-luka berat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Andi Makassau Parepare untuk mendapatkan pertolongan medis.
Kasat Lantas Polres Pinrang AKP Mahrus Ibrahim, yang dikonfirmasi kemarin, membenarkan adanya peristiwa lakalantas yang merenggut korban jiwa tersebut.
“Satu orang meninggal dunia. Kasusnya sementara ditangani unit Laka Satlantas. Pengendara yang meninggal bernama Abdul Kadir. Sementara satunya dirujuk ke RS Andi Makassau Parepare karena mengalami pendarahan hebat dibagian kepala,” jelas Mahrus via telepon selularnya.
Terkait informasi detailnya, lanjut Mahrus, saat ini pihaknya masih mengumpulkan data dan olah TKP. Termasuk mencari tahu identitas pengendara sepeda motor Yamaha Vixion. (wam-ady/rus/b)
