Site icon Berita Kota Makassar

Proyek Kemakmuran Hijau di Sulbar

MAMUJU, BKM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dalam rangka bantuan dana hibah dan proyek kemakmuran hijau MCA – INDONESIA. Rakorda berlangsung di Hotel D’Maleo, akhir pekan lalu.
Senior Advisor MCA-INDONESIA, Sahrial, mengatakan, proyek kemakmuran hijau atau Green Prosperity Projek adalah sebuah proyek yang dinaungi Compact Indonesia dengan Millennium Challenge Corporation (MCC) dan Millennium Challenge Account (MCA yang berasal dari pemerintah Amerika.
”Proyek tersebut bertujuan mendorong pembangunan berkelanjutan pada tingkat lokal di Indonesia. Yakni dengan meningkatkan produktivitas pertanian dan perikehidupan rumah tangga serta mengurangi ketergantungan pada bahan-bahan bakar fosil dan pada emisi gas rumah kaca berbasis lahan,” kata Sahrial.
Ia juga mengatakan, tujuan hibah program tersebut untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja dan keahlian hijau. Selain itu, juga untuk meningkatkan kapasitas, bantuan teknis, pelatihan kerja dan profesi untuk mengembangkan strategi, memfasilitasi pengumpulan pengaplikasian dan penyebaran pengetahuan terkait strategi rendah karbon.
Program tersebut dikembangkan pada lima provinsi di Indonesia, yaitu Bali, Jambi, NTB, NTT, Sulbar, dan 14 kabupaten.
Lanjut disampaikan, untuk mencapai tujuan tersebut proyek kemakmuran hijau memiliki empat kegiatan utama, yakni perencanaan tata guna lahan partisipatif, bantuan teknis dan pengawasan, fasilitas kemakmuran hijau dan aktivitas pengetahuan hijau.
Plt Gubernur Sulawesi Barat, Carlo B Tewu, mengatakan, sesuai laporan yang ada secara sekilas program yang ada biss berjalan sesuai target. Tapi ada beberapa hal yang perlu diintensifkan ke depan.
Program-program tersebut agar bisa tersinergikan antara pemerintah provinsi dan kabupaten. Program MCA–Indonesia akan berakhir ditahun depan. Dan masih ada kemungkinan ditahun 2017 pemerintah daerah menerima bantuan dana hibah dari mereka.
”Ini sangat tergantung dari progress dan laporan-laporan dari pelaksana green day dari 13 proyek yang ada di Sulbar,” kata Carlo B Tewu.
Carlo juga mengemukakan, Pemprov Sulbar sangat mendukung dan mengapresiasi penuh kegiatan MCA-Indonesia tersebut. Tidak hanya itu, pelaksana green day senantiasa berkolaborasi dengan program pemerintah daerah, agar tidak terjadi tumpang tindih program pemerintah daerah, pemerintah kabupaten dan pihak MCA-Indonesia itu sendiri.
Terkait program energi baru terbarukan di Pulau Karampuang, sebentar lagi akan dilaksanakan. Sesuai agenda yang ada, yaitu bulan Agustus diperkirakan sudah rampung. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bappeda Sulbar, Junda Maulana, Wakil Bupati Majene, Fahmi Massiara, perwakilan bupati se Sulbar, OPD terkait, dan undangan lainnya. (ala/mir/c)

Exit mobile version