MAROS, BKM — Minggu malam (26/2) pukul 20.50 Wita. Di jalan poros Dusun Pakalli, Desa Alatengngae, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros.
Sebuah mobil Toyota Avanza DD 553 XV meluncur dari arah Bone menuju Kota Makassar. Sopirnya, Kamaruddin (31) melajukan kendaraan yang dikemudikannya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Maklum saja. Ruas jalan ini masih sangat mulus. Belum ada kerusakan ataupun lubang.
Di dalam mobil warna silver itu terdapat 10 orang penumpang. Mereka masih satu keluarga. Ada orang tua, remaja dan anak-anak.
Tiba-tiba saja Kamaruddin, warga Dusun Mallekana, Desa Tettikenrarae, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng tak bisa mengendalikan kemudi. Mobil yang tengah melaju kencang oleng dan langsung masuk ke dalam saluran air pinggir jalan sebelah kiri.
Tidak lama kemudian petugas dari Satuan Lalulintas Polres Maros tiba di tempat kejadian. Mereka langsung mengevakuasi para penumpang yang ada di dalam mobil.
Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Dua dari 10 penumpang tersebut ditemukan sudah tak bernyawa lagi. Tiga lainnya dalam kondisi kritis. Sementara sisanya terluka, meski tidak terlalu parah.
Petugas kemudian membawa seluruh korban ke Rumah Sakit Umum Salewangang, Maros. Namun, satu orang nyawanya tak tertolong. Dia meninggal di rumah sakit. Sementara dua korban kritis dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk mendapat perawatan intensif.
Dua korban yang meninggal di lokasi kejadian masing-masing Muh Abdillah, seorang bocah laki-laki usia enam tahun. Ia mengalami luka pecah kepala dan patah paha kanan. Dan Sri Nurul Asmi (18) menderita luka lebam mata kanan serta robek di kepala bagian atas. Keduanya diketahui sebagai pelajar.
Sedangkan Mustamin (53), meninggal di rumah sakit akibat mengalami patah pada tangan kirinya. Ketiganya adalah warga Jalan Sungai Saddang Baru, Makassar.
Saat di TKP, Mustamin yang dalam kondisi terluka masih sempat menyaksikan mayat putrinya, Sri Nurul Asmi dievakuasi. Diapun tak mampu menahan kesedihan yang begitu mendalam.
Namun, Tuhan berkehendak lain pada Mustamin. Tak lama setelah tiba di rumah sakit, diapun berpulang untuk selama-lamanya menyusul sang putri.
Dua korban kritis lainnya merupakan anak dan istri Mustamin. Mereka adalah Fatir (7) yang mengalami luka robek di kepala serta robek di pipi kanan. Sedangkan Husnaeni (47) menderita luka robek di kepala bagian atas.
Korban lainnya adalah Zakhi Mubarak (5) beralamat di Pondok Asri 2 Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Mengalami lecet lengan kanan serta sakit pada perut. Andi Darlia (39) dengan alamat yang sama, menderita luka robek di pipi kanan.
Nurul (19), warga Dusun Sanuale, Desa Marioritengah, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng. Mahasiswi ini luka robek di dagu dan bengkak di kaki kanan.
Ismail (35), warga Jalan Pampang (Aswip 2) Blok K2 Kecamatan Panakkukang, Makassar. Luka robek pada dahi. Munir (43), warga Jalan Kelapa 3 Lorong Berkah nomor 8 Makassar mengalami luka robek di kepala samping kanan, serta robek di punggung kaki kiri. Sementara sopir mobil Kamaruddin menderita luka robek pada betis kiri.
Beberapa saat setelah tiba di RS Salewangang, keluarga korban langsung berdatangan. Mereka histeris melihat kondisi para korban. Apalagi tiga korban yang meninggal masih merupakan satu keluarga.
Sa’duddin alias Songge, salah seorang kerabat datang untuk menjemput jenazah ketiga korban. Dengan nada sedih, dia bersedia berbagi tentang peristiwa yang dialami keluarganya.
Dituturkan, kejadian nahas ini berlangsung ketika Mustamin bersama istri dan anak-anaknya dalam perjalanan pulang ke Makassar. Mustamin baru saja usai menghadiri pemakaman mertuanya di Kabupaten Soppeng.
”Korban bersama anak dan istrinya, serta keluarga lainnya dalam perjalanan pulang dari Soppeng ke Makassar. Mereka baru saja menghadiri pemakaman mertuanya,” jelas Songe.
Ditambahkan Songe, istri almarhum Mustamin bersama satu anaknya yang lain dan menjadi korban dalam kecelakaan maut itu, masih kritis di kamar UGD RS Wahidin, Makassar. Tiga jenazah korban meninggal dibawa ke Soppeng untuk dimakamkan.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengkonfirmasi kebenaran peristiwa ini. ”Korban yang meninggal telah diambil pihak keluarga untuk dimakamkan. Sementara korban luka dirawat di RS Salewangang. Kasusnya ditangani Satlantas Polres Maros,” ujarnya, kemarin.
Kanit Lakalantas Polres Maros Iptu Sofyan, mengatakan kecelakaan yang menewaskan tiga orang dan melukai delapan lainnya sudah ditangani petugas Unit Lakalantas. ”Kasusnya sementara dalam proses penyidikan,” katanya, kemarin.
Dari hasil olah TKP, menurut Iptu Sofyan, kejadian ini diduga karena sopir out control hingga kehilangan kendali saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Sopir diduga mengantuk, sehingga kendaraan yang dikemudikannya melaju ke kiri badan jalan dan akhirnya masuk saluran air.
”Kendaraan yang mengalami kecelakaan sudah kami amankan di mapolres untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan,” kata Iptu Sofyan.
Dari pantauan BKM, mobil nahas tersebut terparkir di pinggir jalan dekat Mapolres Maros. Bagian depannya hancur dan tak berbentuk lagi. (ari-ish/rus)
Pulang Hadiri Pemakaman, Tiga Tewas Lakalantas
