BULUKUMBA, BKM — Sebanyak 10 orang tim penilai lomba Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tingkat provinsi meninjau dua sekolah yang menjadi wakil Bulukumba pada ajang lomba tersebut. Rombongan yang dipimpin oleh Erniwati Thamrin datang ke SDN 2 Salemba dan SMPN 1 Bulukumba didampingi Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Siti Isniyah Tomy, Jumat (24/2)
Dalam sambutan Wabup Tomy berharap tim provinsi memberikan masukan bagaimana upaya Pemkab selama ini dalam menjaga lingkungan dalam kondisi bersih dan sehat. Perilaku UKS kata Tomy adalah konsekuensi untuk pembiasaan hidup sehat di sekolah, seperti kantin sehat dan sanitasi yang baik.
“Juara bukan tujuan utama dari upaya ini, tapi bagi kami UKS itu menjadi prasyarat penting pembiasaan hidup sehat. Oleh karena bagaimana pun, sekolah dan lingkungan yang sehat akan melahirkan generasi yang sehat dan lebih baik di masa mendatang.” kata Tomy Satria
Tomy berharap UKS ini tak hanya dilakukan oleh sekolah yang mau dinilai tapi seluruh sekolah harus menerapkannya. Mengingat pentingnya UKS ini maka upaya UKS harus berkelanjutan tidak hanya pada saat mau dinilai.
Tahun lalu Bulukumba hanya mampu meraih juara 2 tingkat provinsi yang diwakili oleh MAN Bulukumba. Dari pengalaman itu, kata Tomy menjadi pengalaman untuk menjadi yang lebih baik.
Trias UKS yang harus dilakukan oleh sekolah, yaitu 1. Pendidikan Kesehatan 2. Pelayanan Kesehatan 3. Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat. Menurut salah seorang tim penilai, H. Makmur bahwa tujuan dari pelaksanaan UKS itu untuk membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat oleh para siswa dan guru. Sasarannya kepada seluruh sekolah mulai TK sampai SMA. Adapun indikator penilaian UKS ini lanjut Makmur adalah kinerja, penampilan dan karakter.
Makmur mengambil contoh, kalau kantin sekolah tidak sehat, misalnya makanannya banyak zat pewarnanya maka itu akan mempengaruhi kondisi jasmani siswa di masa pertumbuhannya. Hal-hal tersebut kata Makmur kelihatan sepele tapi sangat berpengaruh dikemudian hari. Menurutnya tahun 2017 ini pemerintah pusat tidak lagi memprioritaskan pembangunan Ruang Kelas Belajar (RKB) tapi pembangunan WC dan sanitasi bagi sekolah.
Saat berkunjung ke SMP 1 Bulukumba, tim Kader Kesehatan Remaja (KKR) sekolah tersebut menampilkan simulasi bagaimana melakukan penanganan pertama bagi siswa yang sakit atau terluka.
Beberapa masukan dan evaluasi dari tim penilai yang harus dibenahi sekolah, diantaranya WC harus terang dan sirkulasi udaranya lancar, pembuangan sampah kantin masih terbuka padahal harus tertutup, dan beberapa ruang masih berdebu. (*)
SD 24 Salemba-SMP 1 Duta Bulukumba
