MAROS, BKM — Rencana kedatangan Raja Arab Saudi, Salman Abdulasis Al Saud ke Indonesia, disambut baik seluruh warga dan Pemerintah Indonesia. Tak terkecuali Subandi (52), salah satu dari sekian banyak korban jatuhnya crane di Masjidil Haram Mekkah pada tahun 2015 silam.
Ia berharap, momen ini bisa dimanfaatkan Pemerintah Indonesia untuk menagih janji Raja Salman terhadap para korban crane dan keluarganya. Saat ditemui di rumahnya, di Kelurahan Raya, Kecamatan Turikela Maros, Senin (27/2), Subandi bersama isterinya, Hasrah (46), mengenang peristiwa yang terjadi saat itu.
Mereka yang tengah menunggu salat Magrib di Masjid Haram, dikejutkan dengan suara yang menggelegar dari atas masjid saat badai datang. Penyangga mega konstruksi, tiba-tiba jatuh menimpa ratusan jemaah haji.
”Waktu itu saya bersama istri saya lagi menunggu salat Magrib, tiba-tiba badai datang dan membuat crane jatuh. Saya sendiri sudah tidak sempat menyelematkan diri, kepala saya terkena serpihan beton dari crane yang jatuh,” kenang Subandi.
Akibat peristiwa naas ini, polisi yang berpangkat Aiptu itu, terpaksa dirawat selama 18 hari di dua rumah sakit di Arab Saudi lantaran kepala bagian kanannya retak. Meski sempat kritis, Subandi mengaku sangat bersyukur karena semua rukun haji masih bisa ia jalankan. Hanya saja, beberapa ibadah sunnah seperti umrah, belum bisa ia kerjakan karena kondisi fisiknya tidak memungkinkan. (ari/mir/c)
Korban Crane Mekkah Tagih Janji Raja Salman
