Site icon Berita Kota Makassar

Sabu Masuk Rutan Lewat Popok Bayi

MAKASSAR, BKM — Selasa malam (28/2) pukul 20.00 Wita. Suasana dalam Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Makassar di Gunung Sari sudah mulai sunyi. Para warga binaan telah masuk ke dalam kamarnya masing-masing.
Beberapa petugas rutan tiba-tiba saja bergerak. Mereka melakukan inspeksi mendadak (sidak). Sasarannya kamar di blok tahanan narkoba.
Alhasil, dari sidak itu petugas menyita banyak jenis barang. Mulai dari handphone sebanyak 75 unit, kipas angin hingga pemutar DVD yang disertai kaset.
Ada juga pemanas nasi, pemanas air, senjata tajam yang telah dimodifikasi. Bahkan beberapa alat isap sabu alias bong.
Yang lebih mengejutkan lagi, karena dari penyisiran yang dilakukan petugas menemukan narkoba jenis sabu-sabu. Herannya, karena barang haram itu lolos masuk ke dalam rutan setelah disembunyikan dalam popok bayi.
Kepala Rutan Klas I Makassar Surianto cukup terkejut dengan banyaknya temuan dalam sidak ini. Apalagi didapati sabu-sabu.
”Saya juga kaget saat sidak di blok tahanan narkoba. Di salah satu ruangan ditemukan ada popok bayi. Padahal tidak ada bayi di rutan. Setelah ditelusuri, ternyata popok itu dipakai untuk menyelundupkan sabu masuk ke dalam rutan,” jelas Surianto, kemarin.
Meski begitu, Surianto belum bisa menyebutkan siapa tahanan narkoba pemilik sabu. Pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti sang pemilik.
”Kami masih telusuri siapa pemiliknya. Karena saat para tahanan narkoba kami interogasi, tidak ada yang mengaku. Makanya kami bingung, kenapa sampai ada sabu di dalam popok, sementara tidak ada bayi di rutan narkoba ini,” ungkap Surianto.
Menyusul temuan alat hisap, timbangan digital beserta barang diduga sabu, pihak rutan langsung melakukan tes urine terhadap seluruh tahanan. Surianto menduga, ada pihak internal rutan yang bermain dalam kasus ini.
”Masih kita tindaklanjuti. Jika nanti ada dari internal yang terbukti terlibat, akan ditindak tegas,” tandasnya. (ish/rus)

Exit mobile version