Site icon Berita Kota Makassar

Buktikan Kampus Religius Berprestasi di Bidang Sains

TAK terbantahkan jika Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar merupakan kampus religius. Rutinitas perkuliahan dipadati dengan nuansa yang Islami. Tapi siapa sangka, dari kampus ini telah lahir generasi pencipta. Khususnya robot.

Laporan: Ardhita Anggraeni

ADA sebuah komunitas di UIN Alauddin yang keberadaannya cukup eksis. Namanya Komunitas Robotic. Didirikan oleh mahasiswa Teknik Informatika yang diketuai Kasman Suherman.
Meski kehadirannya belumlah terlalu lama, namun mahasiswa yang tergabung dalam komunitas ini telah mampu menunjukkan prestasinya. Bukan hanya di skala regional mereka mampu berbicara. Tapi di level nasional prestasi telah direngkuhnya.
Bahkan, bukan cuma mahasiswa dari perguruan tinggi Islam yang ditemaninya berkompetisi. Melainkan juga dari universitas umum se-Indonesia.
Teranyara, Kasman Suherman mampu membawa Komunitas Robotic UIN Alauddin berbicara di tingkat nasional. Juara I Lomba Robot Soccer Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) se-Indonesia berhasil digenggam. Even ini berlangsung 22-24 April 2016 di Bandung.
Pencapaian tersebut tak diraih begitu saja. Kasman butuh waktu selama 12 bulan untuk membuat robot hingga meraih juara.
”Ada empat bulan lebih untuk proses pengembangannya. Selebihnya, proses memasuki seleksi ajang kontes,” ujarnya ketika ditemui di Laboratorium Saintek kampus UIN Alauddin belum lama ini.
Kasman sedikit berkisah tentang awal mula terbentuknya Komunitas Robotic UIN Alauaddin. Berawal dari beberapa keluhan mahasiswa yang tidak mendapatkan fasilitas dari kampus untuk mengembangkan diri di bidang sains. Faktor utamanya, karena UIN Alauddin berada di bawah naungan Kementerian Agama yang lebih ke arah religius.
“Saya kemudian berinisiatif mengembangkan sains di bidang robot. Hasilnya, kini terbukti hanya UIN Alauddin satu-satunya Univesitas Islam Negeri di kawasan timur Indonesia yang dapat menjuarai kontes robot. Saya ingin membuktikan kalau kampus kita yang bersifat religi dan Islami, juga bisa bersaing di ajang kompetisi sains dan informatika,” jelas Kasman.
Sejak berdirinya, Komunitas Robotic UIN Alauddin telah mengikuti empat kontes. Diantaranya tingkat regional V Indonesia Timur. Di ajang ini, Kasman dan timnya meraih juara satu. Sekaligus mewakili regional V ke kontes serupa tingkat nasional yang dilaksanakan di Yogyakarta. Hasilnya, juara III berhasil diraih.
Selanjutnya, mengikuti lomba robot soccer PTAI seluruh Indonesia di Bandung. Juara I mampu disandang. Begitu pula pada Imagine Cup Microsoft 2016 yang diadakan di Jakarta, predikat juara I juga berhasil didapat.
Salah satu jenis robot yang dikembangkan dan diciptakan Kasman dan komunitasnya adalah petmen. Robot ini dapat mengisap bola pingpong, robot bermain anak dan ibu dengan menggunakan tipe KRAI yang kemudian dilakukan pengembangannya pada tingkat nasional. Ada pula robot pemadam api.
”Yang juara di ajang kontes seluruh Indonesia adalah robot soccer. Dengan robot ini, kami bisa mengalahkan peserta dari universitas lain di Indonesia,” bebernya.
Baru-baru ini, Kasman dan tim mengikuti kompetisi robotic yang dilaksanakan di Kota Banjarmasin. Ke depan, akan ada beberapa tipe robot yang akan dikembangkan, sejalan dengan program wali kota Makassar.
Dalam ajang kompetisi yang diikuti, Kasman melibatkan Alfian Dirham sebagai programmer, Arnizam sebagai teknisi dan M Syukur Budiawan H selaku elektronika.
”Jadi di setiap ajang kontes yang kami ikuti memang ada tim khusus yang dibentuk sesuai bidangnya masing-masing. Di Komunitas Robotic ini kami berjumlah 27 orang,” sebutnya. (*/rus)

Exit mobile version