SIDRAP, BKM — Kinerja tim sapu bersih (Saber) pungutan liar (Pungli) Sidrap, dinilai masih lemah alias belum maksimal. Sebulan pasca dibentuk, tim itu baru menangani satu kasus.
Satu-satunya kasus yang ditangani tim saber pungli Sidrap itu, yakni dugaan terjadinya pungli di SMA PGRI Pangkajene, Sidrap. Itupun tidak dalam bentuk Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Kondisi itu disayangkan berbagai pihak. Tim saber pungli juga diharapkan lebih berani dalam mengemban misi OTT tanpa pandang bulu, serta kompak dalam bertugas.
Ketua Tim Saber Pungli Sidrap, Kompol Apri Prasetyo tak menampik masih lemahnya kinerja lembaga yang dipimpinnya itu. Tim itu belum bisa berbuat optimal dikarenakan minimnya informasi dan belum adanya dukungan anggaran.
“Dikatakan hasil masih minim, iya. Penyebabnya itu tadi. Makanya ke depan, lembaga ini harus mendapat dukungan, baik dari masyarakat maupun dari pemerintah,” kata Apri, Kamis, (3/3).
Wakil Ketua I tim saber pungli Sidrap, Andi Sappewali menambahkan, timnya membutuhkan dukungan anggaran dari pemerintah daerah. Asumsinya, lembaga itu tak punya anggaran khusus.
“Saya tidak setuju kalau dikatakan tidak kompak, yang benar kita jalan sendiri-sendiri, misalnya polisi ya polisi, inspektorat ya inspektorat. Kenapa, karena dia pakai anggaran sendiri-sendiri,” beber Sappewali.
Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Sidrap, Abdul Majid menyatakan, pemerintah daerah siap mendukung dari segi anggaran. Hanya saja, kata dia, itu butuh persetujuan bupati.
“Sebenarnya bisa saja dianggarkan melalui APBD, dalam hal ini melalui perubahan APBD. Tapi semua itu harus ada persetujuan bupati dan dibahas di DPRD,” kata Majid.
Kasat Reskrim AKP Anita Taherong melalui KBO (Kaurbin Ops) IPTU Abd Samad membenarkan penanganan kasus pungli di SMA PGRI Pangsid Berkasnya susah ditangani pihaknya.
Sejauh ini pemeriksaan saksi-saksi telah dilakukan termasuk Kepala Sekolahnya. Begitupun, katanya, pihaknya belum menentukan tersangka karena masih menunggu hasil audit kerugian dari pihak Inspektorat kabupaten Sidrap.
“Kita menunggu hasil perhitungan audit kerugian dari Inspektorat. Kalau sudah ada hasil barulah kita ekspos dan menentukan langkah berikutnya,” tegasnya. (ady/C)
Kinerja Tim Saber Pungli Belum Maksimal
