SIDRAP, BKM — Pemkab Sidrap, mengevaluasi warga penerima beras miskin (Raskin). Sedikitnya 500 rumah tangga sasaran (RTS) penerima raskin di daerah itu, akan diganti.
Pemkab mendeteksi banyaknya RTS penerima raskin selama ini, ternyata bukan orang miskin alias orang kaya. Hal itu diketahui berdasarkan hasil penelusuran Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil Sidrap.
Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil Sidrap, Syaharuddin Laupe, menyatakan perlunya penggantian rumah tangga sasasaran (RTS) penerima raskin itu.
“Sesuai data awal, ada sekira 500 RTS penerima raskin yang harus diganti. Kenapa?, karena ternyata mereka diantaranya sudah hidup layak, bahkan ada yang sudah miliki pabrik dan mobil,” kata Syaharuddin, Senin, (6/3).
Menindaklanjuti program evaluasi penerima raskin di Sidrap itu, Syahruddin mengaku telah berkoordinasi dengan seluruh camat, kepala desa dan lurah.
“Karena itu, desa dan kelurahan silahkan melakukan rapat untuk menentukan siapa yang layak dan siapa yang sudah tak layak terima raskin. Nanti datanya akan diteruskan ke pusat,” kata Syaharuddin.
Dalam upaya menekan angka kemiskinan di daerah itu, selain mengevaluasi data penerima raskin, Pemkab Sidrap juga tengah meluncurkan program pembagian beras sejahtera (Rastra).
Program rastra yang digagas Bupati Sidrap, Rusdi Masse itu, mencatat sedikitnya 10.244 RTS yang akan menerima rastra secara gratis yang didanai melalui APBD tersebut.
“Jadi, kalau ada 1000 RTS yang menerima raskin dari pusat, kita juga ada program rastra di daerah. Nantinya, rastra itu akan disuplay oleh Perum Bulog juga,” kata Sekretaris Kabupaten Sidrap, Ruslan
Pemkab Sidrap, kata Ruslan, sudah meminta Perum Bulog agar menyiapkan beras 153.660 ton perbulan atau 1.843.920 ton pertahun untuk dibagikan ke 10.244 RTS itu. (ady/B)
