Site icon Berita Kota Makassar

Jelang Pilbup Tingkat Kriminalitas Bertambah

JENEPONTO, BKM–Tahapan Pemilihan bupati (Pilbup) masih cukup lama, namun tingkat kriminalitas di daerah Jeneponto dilaporkan semakin meningkat. Hal ini dikeluhkan sejumlah pejabat yang mengalami teror dengan cara memecahkan kaca mobilnya.
Dua pejabat masing-masing Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jeneponto Syamsilili mendapat teror berupa kaca mobilnya Honda CRV No Pol DD 259 AP dipecahkan oleh orang yang tidak dikenal. Selain itu, uang miliknya sebanyak Rp 4 juta juga hilang saat melakukan Shalat jumat di Masjid Annasar di kampung Nasara Kel Bontorannu Kec Bangkala.
Hal sama juga dialami Kadishub Jeneponto Arfan Sanre saat mengendarai mobilnya Jenis Pajero Sport dengan No Pol DD 888 MP. Mobil milik aRFAN diparangi, sehingga kaca mobil bahagian belakang pecah saat hendak ke makassar dari Kota Bontosunggu tepatnya di km 79 kampung Allu Desa Benteng Kecamatan Bangkala. Pelaku perusakan yakni dua orang pengendara sepeda motor jenis trail warna hijau mengenakan jaket hitam dan helem tertutup. “Sangat tidak fair politik kampungan, kenapa mobil yang diserang tidak ada salahnya. Kalau hanya beda pilihan saya rasa biasji,”jelas Arfan Sanre Karaeng Tompo, Senin (6/3).
Menurutnya, saat ini belum ada calon bupati, “Jadi kenapa musti ada hal seperti ini. Kita sama warga Bangkala satu rumpun keluarga besarjaki semua jangan saling gontok gontokan karena politik dan keluarga harus di kedepankan dan lagi pula hal seperti ini kriminal murni. Makanya saya sudah laporkan ke Polsek Bangkala,”jelas Arfan.
Suhu politik yang memanas hingga terjadinya tindak kriminalitas mendapat tanggapan dari Ketua DPRD Jeneponto Muh Kasmin. “Ini menandakan bahwa ada yang fanatik pada satu balon bupati sehingga berpikir politik praktis anarkis siapa yang tidak sehaluan dianggap penghianat wajib dihabisi. Kalau orang Bangkala pemikiran seperti ini harus dihindari dan dicegah, untung saja belum menelan korban jiwa,”ujar Kasmin.
Untuk itu, Kasmin yang juga Ketua DPC Demokrat ini meminta Polres Jeneponto untuk mencari pelaku agar ditangkap guna mencegah jatuhnya korban berikutnya.
Kapolsek Bangkala AKP Samad mengatakan sudah ada laporan yang masuk dari dua pejabat jeneponto Syamsi Lili dan Arfan Sanre. “Kami sedang buru pelakunya karena ini kriminal murni,”pinta AKP Samad (krk/rif/c)

Exit mobile version