MAROS, BKM — Pengurus Forum Komunikasi Dara Daeng Maros (FKKDM) periode 2017-2019, resmi dikukuhkan di Gedung Kesenian Maros, Jalan Lanto Dg Pasewang, Sabtu malam (4/3).
SK Pengurus dibacakan Ketua BKKI Provinsi Sulsel, Syahriar Tato, selanjutnya dilakukan pengukuhan oleh Ketua DPRD Maros Maros, H AS Chaidir Syam. Acara pengukuhan tersebut juga dihadiri anggota DPRD Sulsel, Irfan AB, Kabid Seni Disbudpar Maros, Hj A Rosmiati, Ketua BKKI Maros, Husni Siame, Manajer Maros FM, Lory Hendradjaya, Duta Pariwisata Sulsel, Putri Indonesia Sulsel, serta beberapa budayawan dan seniman serta lembaga maupun OKP di Maros.
Ketua FKDDM, Arie Anugrah yang juga pemenang Daeng 2016, mengatakan, forum ini dibentuk sebagai wadah bagi potensi yang dimiliki Alumni Dara Daeng Maros untuk tetap menyalurkan kreativitas dalam membantu mempromosikan tempat wisata dan budaya di Kabupaten Maros.
Arie juga menjelaskan, tema malam pengukuhan yakni ‘Peradaban Kupu-Kupu’. Dimana, sifat dari kupu-kupu ini setelah menghisap saribunga maka akan mengemberikan feed back untuk tetap mempercantik bunga tersebut. Begitu pun harapannya terhadap pemuda Maros yang bisa memberikan sumbangsih positif untuk pengembangan daerah Maros.
Salah satu Tim Perumus Dara Daeng Maros, Misbahuddin Nur, menekankan, tanggung jawab Dara Daeng bukan sebatas momen pemilihan. Tapi kiprah dan tanggung jawab sebenarnya terlihat setelah momen seremonial tersebut.
Sementara Ketua BKKI Provinsi Sulsel, Syahriar Tato, merasa bangga dengan pemuda Maros yang senantiasa memperhatikan budayanya. Karena tanggung jawab pengembangan budaya merupakan tanggung jawab semua. Termasuk pemuda Maros. (ari/mir/c)