Site icon Berita Kota Makassar

RSUD Labuang Baji Tiga Tower, Tujuh Lantai

MAKASSAR — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuang Baji bakal direhabilitasi. Rencana itu untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan pelayanan kesehatan lebih baik.
Untuk kepentingan itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo melakukan peninjauan ke rumah sakit tertua milik Pemprov Sulsel itu. Ia ingin memastikan seperti apa kesiapan pihak terkait untuk melakukan rehab.
“Hari ini (kemarin) saya coba lihat rumah sakit kita yang tertua, seperti apa kondisinya. Dan sistem pelayanan yang ada. Saya pastikan rehabilitasi rumah sakit ini akan kita mulai tahun ini,” kata Syahrul di sela-sela kunjungannya, Selasa (7/3).
Menurut Syahrul, RSUD Labuang Baji akan dibangun tujuh lantai dengan tiga tower. Berbagai fasilitas akan dihadirkan. Mulai dari lahan parkir yang akan ditempatkan di basement dan lantai 1, ruang pelayanan medis, service, perawatan, laboratorium, dan semua sarana pendukung lainnya.
Rumah sakit itu nantinya juga dilengkapi taman-taman asri.
“Salah satu yang harus bagus adalah tempat parkir, taman-taman, agar pasien tidak tambah sakit dan stres. Jika kita tingkatkan menjadi lantai tujuh, rumah sakit ini akan tertata dengan rapi,” kata Syahrul.
Orang nomor satu di Sulsel itu mengatakan, tidak semua bangunan lama akan dibongkar. Ruangan yang masih bisa difungsikan tinggal diperbaiki dan ditata. Pekerjaan rehabilitasi akan dilaksanakan secara bertahap dan dimulai bulan ini.
Terkait anggaran rehab, Syahrul mengemukakan, ada tiga sumber dana yang akan digunakan. Yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Dana Alokasi Khusus (DAK), serta obligasi daerah dari perbankan.
Syahrul mengatakan, walaupun banyak rumah sakit modern, namun rumah sakit umum daerah tetap menjadi rujukan masyarakat.
“Khusus RSUD Labuang Baji, selalu menjadi rujukan bagi masyarakat di kawasan selatan. Kalau di utara, ada Wahidin dan lainnya,” jelas Syahrul.
Okupansi atau tingkat keterisian RSUD Labuang Baji rata-rata mencapai 70 persen. “Memang sudah mencapai ketinggian yang lebih,” pungkas Syahrul.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Labuang Baji Mappatoba, menambahkan pihaknya terus melakukan pembenahan. Selain masalah pelayanan, pembenahan ruangan dan gedung perhatian utama.
“Tingkat hunian kamar di rumah sakit ini mencapai 70 persen. Kita sudah memiliki master plan pembangunannya. Tinggal menunggu anggarannya,” tambahnya.
RSUD Labuang Baji Makassar didirikan pada tahun 1938 oleh Zending Gereja Genoformaf Surabaya, Malang dan Semarang sebagai rumah sakit Zending. RSUD Labuang Baji diresmikan pada tanggal 12 Juni 1938.
Pada masa perang dunia ke II, rumah sakit ini digunakan oleh pemerintah Kotapraja Makassar untuk menampung penderita korban perang.
Pada tahun 1960, oleh Zending RSUD Labuang Baji diserahkan kepada pemerintah daerah tingkat I Sulawesi Selatan dan dikelola oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dengan akreditasi rumah sakit tipe C. Terhitung mulai tanggal 16 januari 1996, melalui Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan No. 2 Tahun 1996, kelas rumah sakit ditingkatkan menjadi rumah sakit kelas B. (rhm/rus)

Exit mobile version