Site icon Berita Kota Makassar

Pemotongan Sapi Betina Ancam Populasi

SIDRAP, BKM — Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Pemrov Sulsel saat ini sangat prihatin terhadap maraknya pemotongan hewana sapai jenis betina. Kekhawatiran itu menyusul laporan jumlah pemotongan sapi betina yang terus meningkat.
Hal itu mengancam pertumbuhan populasi sapi yang ada di setiap daerah. DPKH Pemrov Sulsel mencatat jumlah pemotongan sapi betina sekitar 76,34 persen pada tahun 2016.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, Abdul Aziz, saat mengikuti musrenbang di aula SKPD Sidrap, kemarin.
Ia menjelaskan, bahwa setiap sepuluh ekor sapi yang dipotong, delapan diantaranya adalah sapi betina yang masih produktif bahkan kadang ada yang bunting.
Menurutnya, hal itu sangat memengaruhi harga jual beli sapi yang tidak pernah mengalami peningkatan.
“Inilah yang menjadi perhatikan kita untuk memberikan pemahaman kepada para pemilik ternak dan jagal agar tidak memotong sapi betina. Karena hal tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan populasi sapi,” ungkapnya.
Mantan Kepala Disnakkan Sidrap ini mengatakan, telah membuat program Upaya Khusus (Upsus) Sapi Induk Wajib Bunting (Siwab), dengan target kelahiran 340 ribu ekor di 2017 ini.
Kabid Peternakan Sidrap, Sadiliah di ruang kerjanya, Kamis, (9/3). Dia mengatakan, Upsub Siwab ini akan menjawab persoalan pemotongan sapi betina yang terus meningkat.
Ia mengatakan, Sidrap mendapat target Inseminasi Buatan (IB) Upsus Siwab sebanyak 3.500 ekor kelahiran sapi. Menurutnya, saat ini sudah memesan ke pusat dan provinsi sebanyak 24 ribu dosis semen beku atau bibit sapi, serta Nitrogen Cair (N2).
“Bibit sapi yang telah dipesan itu yakni lemosin, simental, brahman, agus, brangus, dan bali,” jelasnya.
Untuk mencapai target tersebut, kata Sadaliah, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada para peternakan di Sidrap untuk menggunakan IB.
Selain itu, para petugas IB atau Insiminator juga diberikan target dan reward jika berhasil membuat satu ekor kelahiran sapi-sapi.
Sementara itu, Sadiliah mengklaim bahwa untuk tahun 2016, realisasi kelahiran sapi mencapai 3.164 ekor, meningkat dari target sebelumnya 3.000 ekor. (ady/C)

Exit mobile version