Site icon Berita Kota Makassar

Adnan Purichta Ichsan,SH Bupati Gowa

SEJAK dulu hingga sekarang, Kabupaten Gowa dikenal sebagai daerah dengan potensi sumber daya alam berupa tambang galian golongan C. Namun, seiring perjalanan waktu, kemajuan daerah yang bertetangga dengan Kota Makassar ini bukan hanya ditopang sektor tambang. Beberapa sektor unggulan muncul dan menjadi andalan pemerintah setempat.
Berawal dari tangan dingin dan sentuhan sosok H Ichsan Yasin Limpo sebagai bupati Gowa dua periode 10 tahun silam. Gowa bagai berpacu dengan waktu guna menorehkan prestasi. Alhasil, reputasinya kini melebih daerah lain di Sulsel. Bahkan di Pulau Jawa sekalipun. Salah satu kuncinya adalah menata dan meningkatkan mutu pendidikan serta sumber daya manusia (SDM).
Kalau di Jawa, Yogyakarta dikenal sebagai kota pendidikan, maka di Sulsel, Gowa yang akan menorehkan imej tersebut. Hal itu terlihat dari berbagai program yang dilaksanakan Pemkab Gowa. Paling prioritas hingga saat ini adalah sektor pendidikan. Berbagai inovasi telah dilakukan. Bahkan ketika kepemimpinan Bupati Gowa berpindah ke tangan Adnan Purichta Ichsan bersama H Abd Rauf Malaganni sebagai wakil bupati, Gowa tancap gas. Secara fisik, memang masih terlalu kurang terlihat mata. Namun dari segi non fisik pembangunan pesat digenjot oleh pemkab, dengan berkiprah pada peningkatan mutu SDM.
Program pendidikan adalah satu dari 17 karya non fisik yang telah dijalankan Adnan sejak dilantik 17 Februari 2016 lalu. Meski bukan hal mudah, tapi perjalanan mantan anggota DPRD Sulsel itu selama kurun waktu setahun berjalan, menjadi bukti bahwa putra kedua dari empat putra putri H Ichsan Yasin Limpo itu sangat serius mengembangkan Kabupaten Gowa. Menjadikannya sebagai kabupaten yang berkilau di Sulsel, khususnya untuk sektor pendidikan.
Dari lahirnya berbagai inovasi pendidikan yang kini makin disempurnakan lewat kedua tangan Adnan, Gowa pun masuk dalam bingkai desain sebagai kabupaten pendidikan.
Keseriusan Adnan mempersiapkan Gowa menjadi Kabupaten Pendidikan (GKP) dibarengi dengan membentuk tim pengembangan yang telah dirancang. Tim ini beranggotakan 90 orang. Berasal dari berbagai kalangan dan unsur pendidikan. Bakal personel tim pengembangan GKP akan menyebar rata di 18 kecamatan. Konsep tugasnya mengawal seluruh kegiatan sekolah berbasis SPM (Standar Pelayanan Minimal). Dengan begitu semua kegiatan belajar mengajar harus memiliki SPM, sehingga mutu dari upaya itu dapat terwujud.
Konsep GKP, seperti dijelaskan Kadis Pendidikan Nasional Kabupaten Gowa, Dr Salam adalah sebuah konsep terbaik dalam mengedepankan daerah Gowa sebagai daerah pendidikan. Diakuinya, tidak mudah untuk mewujudkan itu semua. Karenanya, Pemkab Gowa membentuk tim pengembangan GKP. Tim inilah yang akan mengawal proses pengembangan mutu pendidikan.
Terkait kesiapan menuju GKP, pemkab mengalokasi anggaran terbesar dari APBD untuk sektor pendidikan. Kemudian disusul sektor infrastruktur. Alokasi anggaran 20 persen dari APBD tahun 2017 tetap diarahkan untuk sektor pendidikan.
Saat ini, dalam menunjang konsep GKP, berbagai program dilakukan. Antara lain pendidikan gratis, satpol pendidikan, Punggawa D’Emba, Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB), investasi SDM seperempat abad hingga Imtaq Indonesia.
Di sektor lain, Adnan berkeinginan menjadikan Gowa sebagai destinasi wisata nasional. Bermuara pada pengembangan kota wisata Malino dengan gagasan even Beautiful Malino.
Gagasan ini bukan baru kemarin tercetus. Melainkan sudah lama dan pelaksanaannya dilakukan tahap demi tahap.
Memasuki kepemimpinan Adnan yang baru setahun di awal periodenya, upaya menjadikan Malino sebagai destinasi wisata pun digencarkan. Rencananya Agustus mendatang even ini mulai dilaunching.
Terkait dengan itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gowa telah melakukan berbagai hal untuk meramaikan even bergengsi yang sarat dengan hiburan kepariwisataan.
“”Pemkab Gowa memang telah memproyeksikan even ini masuk dalam salah satu kalender wisata nasional. Untuk mencapai sasaran itu, kami sejak awal sudah melakukan berbagai persiapan. Apalagi even ini untuk mensupport pemerintah pusat yang ingin menjadikan Malino sebagai destinasi wisata nasional. Kita juga sudah tahap koordinasi dengan relasi yang bisa membantu serta sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat di Kota Malino,” kata Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Gowa, Sophian Hamdi.
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan memang tidak mau setengah-setengah. Dia bahkan berharap dalam kepemimpinannya ini bisa menjadikan Gowa lebih maju dari sekarang.
“Persiapan kita menuju kesejahteraan rakyat Gowa yang lebih baik telah dirintis. Mulai dari sektor kesehatan kami lakukan yang terbaik dengan layanan gratis. Sektor pendidikan juga kita gratis, dibarengi berbagai inovasi besar dalam peningkatan mutu yang muaranya kepada SDM aparat maupun masyarakat,” tutur Adnan.
Untuk keinginan pemerintah pusat menjadikan Malino sebagai destinasi wisata nasional, diakuinya sangat sejalan dengan keinginan pemkab dan masyarakat Gowa. ”Persiapan kami adalah meningkatkan infrastruktur menuju Malino dengan melakukan pelebaran jalan. Membuat empat jalur jalan tembus dari empat kecamatan,” kata Adnan.
Diapun meminta masyarakatnya untuk mempersiapkan menyambut itu semua mulai dari sekarang. (saribulan)

Exit mobile version