Site icon Berita Kota Makassar

Damri akan Turunkan Tarif BRT

MAKASSAR, BKM — Bus Rapid Transit (BRT) sudah lama beroperasi di Makassar dan sekitarnya. Lima rute dibuka untuk melayani masyarakat.

Namun, ada rute yang hingga saat ini masih sepi penumpang, khususnya yang melayani luar Kota Makassar.
Untuk menyiasati persoalan itu, Perum Damri berencana akan menurunkan tarif untuk rute sepi.
Penurunan itu diharapkan mampu menggaet penumpang kalangan PNS, mahasiswa, maupun pelajar.
Hanya saja, rencana itu belum bisa dilaksanakan karena masih menunggu izin Gubernur Sulsel.
General Manager Perum Damri Makassar, Ilyas Harianto mengatakan, penurunan tarif saat ini masih belum diterapkan. Rencananya, tarif 4.500 akan dijadikan Rp3.000. “Itu belum kami terapkan. Masih menunggu persetujuan Bapak Gubernur, ” kata Ilyas.
Saat ini, BRT sudah melayani tiga koridor. Yakni koridor II yang melayani rute mal ke mal, koridor III rute Makassar-Pallangga, dan koridor IV rute Makassar-Maros.
Dua koridor tambahan dioperasikan Damri belum lama ini. Yakni koridor Mallengkeri-Samata dan rute Panampu.
Masing-masing koridor ada 10 BRT yang beroperasi. Kecuali rute tambahan yang hanya menggunakan beberapa unit BRT.
Menurut Ilyas, dari sisi penghasilan dan kuantitas penumpang, koridor II dan III sudah cukup baik. Kecuali koridor IV yang masih cukup sepi.
Menyikapi keputusan itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo merestui rencana Damri untuk menurunkan tarif BRT di beberapa rute sepi.
“Saya siap kasih restu. Pokoknya apa saja yang baik untuk rakyat. Insentif untuk rakyat, atau kontribusi positif, posisi gubernur tidak bisa menawar. Harus mendukung, ” ungkapnya.
Syahrul juga memaklumi jika ada ada rute yang masih sepi karena belum terlalu dikenal masyarakat. Tapi dia optimistis jika ke depan, BRT akan menjadi moda transportasi massal yang banyak diminati masyarakat.
“Kalau sekarang sepi tidak ap,a karena rakyat belum terbiasa. Kalau sudah betul-betul dirasakan kehadirannya, pasti akan ramai, ” pungkas Syahrul. (rhm)

Exit mobile version