MAMUJU, BKM — Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulbar, Ismail Zainuddin menggelar pertemuan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di ruang kerjanya, Jumat pekan lalu. Pertemuan ini dimaksudkan untuk memaksimalkan tugas dan tanggung jawab dari setiap kelompok kerja (Pokja) yang telah dibentuk. Sekaligus sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Revolusi Mental.
”Pertemuan ini dilakukan untuk memastikan sejauh mana kesiapan kita dalam rangka mempresentasekan tugas masing-masing Pokja Gerakan Nasional Revolusi Mental Sulbar di hadapan gubernur Sulbar. Juga, bagaimana memahami kelima Gerakan Nasional Revolusi Mental pada masing-masing Pokja,” kata Ismail.
Pokja Gerakan Revolusi Mental terdiri dari lima Pokja, yaitu pokja Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Bersih, Gerakan Indonesia Tertib, Gerakan Indonesia Mandiri, dan Gerakan Indonesia Bersatu.
Sekprov Ismail Zainuddin, pada kesempatan tersebut juga mengemukakan, Pokja Gerakan Nasional Revolusi Mental Provinsi Sulawesia Barat, bertugas memperbaiki dan membangun karakter bangsa Indonesia dan melaksanakan revolusi mental yang mengacu pada nilai-nilai integritas, atas kerja dan gotong royong untuk membangun budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila.
”Pada Selasa 14 Maret (hari ini, red), unsur pemerintah dan OPD, tokoh masyarakat, dunia usaha, organisasi profesi dan akademisi dilingkup kerja Pemprov Sulbar yang terlibat dalam Pokja Revolusi Mental akan mempresentasekan Pokja masing-masing di hadapan gubernur Sulbar. Untuk itu, setiap Pokja harus mempersiapkan masing-masing yang menjadi tugas dari setiap Pokja,” kata Ismail Zainuddin.
Turut hadir pada pertemuan tersebut, masing-masing Karo OPS Polda Sulbar, Yohanes, Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Sulbar, Muhdin, Pasintel Korem 142 Tatag, Kapten Ucok P, perwakilan BI serta beberapa OPD lingkup Sulbar. (ala/mir/c)