Site icon Berita Kota Makassar

Tuntaskan Infrastruktur dan Bangun SDM

TEPAT 17 Februari 2017, genap setahun pemerintahan pasangan Ir HM Hatta Rahman,MM dan Drs HA Harmil Mattotorang,MM sebagai bupati dan wakil bupati Maros periode kedua. Berbagai aktivitas pembangunan telah dilaksanakan keduanya selama enam tahun memimpin Butta Salewangan.
Pada setahun periode kedua ini, tingkat pertumbuhan ekonomi masyarakat Maros mencapai 47 persen. Angka ini mengacu pada hasil sensus ekonomi. Bahkan Maros menempati urutan teratas pertumbuhan ekonomi se-Sulsel.
Keberhasilan tersebut, diakui Hatta Rahman, tidak terlepas dari program pembangunan infrastruktur berupa jalan dan jembatan. Setidaknya sudah ada 500 km yang terbangun dan tersebar di seluruh wilayah Maros.
Meski begitu, pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas jalan di 14 kecamatan tetap akan dilakukan pada tahun 2017 ini. Sebab dampak dan hasilnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
”Kami tetap fokus pada pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Ini perlu sebagai akses warga. Jalan yeng menghubungkan setiap kecamatan dan desa akan dilanjutkan,” ujarnya.
Pemkab Maros juga akan menata kembali wilayah perbatasan Maros dengan kabupaten tetangga. Termasuk menuntaskan infrastruktur di perbatasan Maros. Diantaranya menyelesaikan pengerjaan jalan.
Perbaikan infrastruktur dilakukan agar perekonomian masyarakat yang tinggal di perbatasan juga dapat meningkat. Selanjutnya diprogramkan pembangunan pasar rakyat kecamatan untuk mendukung kegiatan perekonomian warga agar semakin maju.
Pemkab Maros juga akan melanjutkan pembangunan di sektor pelayanan publik. Seperti puskesmas, poskedes dan puskesmas pembantu (pustu). Sementara untuk pendidikan, akan membangun dan merenovasi sekolah yang sudah tidak layak.
Selain menuntaskan infrastruktur, HM Hatta Rahman juga fokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM). Bukan hanya pada bidang teknologi, tapi juga bidang pendidikan, ekonomi, dan bidang lainnya. Langkah in diambil, karena disadari bahwa tantangan ke depan semakin besar. Jika SDM tidak dibekali, maka akan ketinggalan.
Dengan mulainya fokus pada pembangunan SDM ini, maka otomatis pembangunan fisik akan berkurang. Mengingat pembangunan jalan dan fisik lainnya hampir tuntas.
“Kalau pembangunan fisik, seperti jalan tetap ada. Tapi tidak lagi sebesar tahun-tahun sebelumnya. Karena sebagian besar sudah betonisasi dan hotmix. Makanya, pembangunan manusia juga akan kita lakukan,” ungkapnya.
Pemkab Maros telah memprogramkan untuk pengadaan 5.000 Alquran yang disertai dengan terjemahannya. Alquran tersebut diperuntukan kepada PNS dan warga Maros. Ini dimaksudkan agar PNS dan warga Maros bisa membaca dan memahami isi Alquran.
Segala program dan kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan tersebut, senantiasa mengacu pada visi; Maros Lebih Sejahtera 2021. Lebih sejahtera adalah suatu kondisi masyarakat Maros pada tahun 2021 yang lebih baik dari kondisi sekarang pada seluruh sektor kehidupan.
Hal itu ditandai dengan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat. Seperti kecukupan dan mutu pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, lapangan pekerjaan, hiburan, serta lingkungan yang bersih, aman, damai dan nyaman.
Juga terpenuhinya hak azasi dan partisipasi masyarakat dalam kehidupan sosial, budaya, ekonomi, pemrintahan, agama, politik, hukum dan keamanan. Tersedianya infrastruktur pendukung pelayanan dasar yang merata dan berkualitas.
Visi tersebut dijabarkannya dalam enam poin misi. Yaitu meningkatkan perekonomian daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kemudian meningkatkan pembangunan wilayah dan kawasan, meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya alam, serta meningkatkan pembangunan infrastuktur dan teknologi.
Di masa pemerintahan Hatta-Harmil, berbagai prestasi telah ditorehkan. Itu tergambar dari banyak penghargaan yang diraih.
Sebut saja Percontohan Nasional Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (ULP) Kabupaten Maros oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) bersama Millennium Challenge Account-Indonesia (MCA-Indonesia).
Juara I The Best Information Service in Tourism pada ajang pameran internasional APKASI International Trade and Investment Summit (AITIS) ke-12 tahun 2016.
Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Maros Tahun Anggaran 2015.
Piala Adipura Buana (untuk keempat kalinya). Penghargaan untuk pemerintah daerah yang menggabungkan unsur sosial dengan lingkungan untuk membentuk kota yang layak huni yang tercermin dari masyarakat kota yang peduli lingkungan. (askari)

Exit mobile version