Site icon Berita Kota Makassar

Dewan Warning Ciputra

MAKASSAR, BKM–Anggota Komisi D Bidang Pembangunan DPRD Sulsel, mewarning atau mengingatkan pengembang dalam kawasan Central Poin of Indonesia (CoI) agar serius menuntaskan pembangunan Masjid Kubah 99.

Apalagi, anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan Masjid Kubah 99 di kawasan Tanjung Bunga mencapai Rp60 miliar, yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Pokok 2017.
Penegasan tersebut disampaikan anggota Komisi D DPRD Sulsel, HA Kadir Halid usai melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan Masjid 99 bersama pimpinan Komis, Selasa (14/3).
Kadir menambahkan, dewan perlu mengingatkan pengembang Ciputra, sebab hingga kemarin lokasi untuk lahan Masjid 99 Kubah itu belum juga dimatangkan.
Hal senada dilontarkan sekretaris Komisi D yang juga legislator PKS Sulsel dua periode, Ariady Arsal.
Menurut Ariady, berdasarkan hasil peninjauan di lapangan pihaknya melihat progres pekerjaan belum maksimal, utamanya pada pematangan lahan yang dilakukan oleh pihak pengembang, sementara Pemprov Sulsel tidak memberikan laporan setelah ketuk palu APBD 2017. April nanti akan dilakukan monitoring evaluasi (monev). ” Kita ingin pastikan anggaran yang sudah ada itu apa sudah ada digunakan atau belum,” jelas mantan Ketua MPW PKS Sulsel ini.
Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Darmawangsyah Muin juga mengatakan, kalau berdasarkan pengakuan dari pihak pengembang sudah ada janji untuk menyelesaikan hingga Mei mendatang. “Jadi yang digaris bawahi adalah kita datang untuk memastikan dari anggaran yang sudah diberikan Rp60 miliar itu dipakai untuk pembangunan fisik masjid, sementara pematangan lahan tanggung jawab pihak pengembang. Sesuai kesepakatan antara pemprov dan pengembang,” tegas Darmawangsyah yang juga legislator Partai Gerindra ini.
Meski belum ada kemajuan yang berarti dalam proyek tersebut, dewan dan pemprov telah merencanakan untuk mempersiapkan anggaran pembangunan sebesar Rp100 milar pada APBD 2018 tahun depan. “Iya jika memungkinkan kita anggarkan kembali Rp100 miliar tahun depan. Tapi ini belum pasti juga, kita lihat bagaimana kedepan, siapa tahu ada donatur yang bisa terlibat dalam proses pembangunan mesjid,” harap mantan legislator PDK Gowa ini. (rif)

Exit mobile version