ENREKANG, BKM — Hujan yang mengguyur Kecamatan Anggeraja dalam empat hari terakhir mengakibatkan bencana tanah longsor menimpa Kelurahan Mataran Kecamatan Anggeraja.
Akibatnya, 11 warga yang menghuni dua unit rumah sekitar lokasi kejadian terpaksa dievakuasi karena material longsoran sudah masuk ke dalam kolong rumah. Bahkan, pondasi rumah sudah bergerak dan terjadi keretakan.
Sehingga, kedua kepala rumah tangga yang beranggotakan sebelas orang harus dievakuasi bersama barang-barang yang ada di dalam rumah.
Kedua rumah tersebut milik Umar Mata dan Defrianto. Mereka diungsikan ke rumah keluarganya.
Lurah Mataran, Muhlis, menjelaskan, tanda-tanda longsor bermula pada Minggu (19/3) sekitar pukul 17.00 Wita. Tanah di belakang rumah Umar Mata yang merupakan lahan perkebunan sudah mulai bergerak. Puncaknya pada Senin (20/3) sore, sekitar pukul 17.30 Wita, longsoran semakin
besar dan menimbun rumah milik Umar Mata dan
Defrianto.
“Tanda-tanda longsor bermula pada Minggu (19/3), sekitar pukul 17.00 Wita,” ujar Muhlis, Selasa (21/3).
Terpisah, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Enrekang sudah mengevakuasi korban, sambil tetap mewaspadai longsor susulan mengingat curah hujan masih tinggi di wilayah tersebut. “Kami terus memantau dan menyiapkan personil untuk berjaga-jaga di lokasi, jangan sampai terjadi longsor susulan mengingat tanah terus bergerak,”tandas Kepala Pelaksana BPBD
Enrekang, Benny Manjsur. (her/C)
