Site icon Berita Kota Makassar

Manjarong Menuju Makassar Bebas Pengangguran

SEBAGAI kota metropolitan menuju kota dunia, Makassar menghadapi satu persoalan yang cukup krusial. Yaitu masalah pengangguran.
Terbukanya lapangan pekerjaan dan terserapnya pencari kerja di usia produktif menjadi harapan besar. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi leading sectornya Dinas Ketenagakerjaan.
Sejak dilantik menjadi Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Kota Makassar, Drs A Irwan Bangsawan,MSi menaruh perhatian serius pada upaya penanggulangan masalah pengangguran. Berbagai carapun dilakukannya.
Memberikan keterampilan kerja serta menghadirkan even job fair setiap tahun ditempuh Disnaker. Ratusan perusahaan, baik nasional maupun internasional digandeng dalam even ini. Tujuannya semata demi mewujudkan Makassar bebas pengangguran.
Untuk merealisasikannya memang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Semua mesti melalui proses bertahap. Tidak instan.
Kerja keras dan optimisme mewujudkan harapan serta cita-cita Pemerintah Kota Makassar itu menjadi landasan semangat. Maka di tahun 2017 ini hadirlah program Maeki Anjama Rong atau yang disingkat Manjarong. Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, maeki anjama rong kurang lebih mari bekerja.
Melalui manjarong, diberikan pelatihan kerja kepada masyarakat, khususnya yang berada di lorong. Program ini diharapkan menjadi solusi efektif dalam mengurangi jumlah pencari kerja. Sekaligus menjadikan Makassar bebas dari pengangguran.
Launching program Manjarong di wilayah timur kota, tepatnya di Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala dilaksanakan, Minggu (19/3). Irwan mengklaim, manjarong menjadi program unggulan Disnaker Kota Makassar tahun ini.
Pria kelahiran Makassar, 22 Maret 1969 itu memastikan, seluruh kecamatan di Kota Makassar akan tersentuh program manjarong. Masyarakat akan dilibatkan secara aktif dalam kegiatan ini, dengan memberikannya keterampilan kerja. Bimbingan diberikan langsung oleh ratusan instruktur profesional bersertifikat.
Staf Ahli Wali Kota Makassar tahun 2015-2016 ini, menegaskan Kecamatan Biringkanaya dan Tamalanrea yang juga berada di wilayah timur kota, dipastikan akan tersentuh program manjarong dalam waktu dekat.
Warga yang berada pada usia produktif diberi aneka keterampilan. Seperti perbaikan atau service mesin. Keterampilan pengolahan makanan jenis bakso, nugget dan otak-otak berbahan dasar ikan.
Ada pula keterampilan kerajinan tangan merangkai bunga. Pengembangan kewirausahaan, seperti sablon dan percetakan.
Dari kegiatan itu, akan diberikan bantuan alat sesuai yang dibutuhkan. Didasarkan pada keterampilan yang difokuskan.
Tak sampai disitu. Peserta yang telah mengikuti proses pelatihan keterampilan kerja selama tiga bulan, dapat langsung bekerja di perusahan-perusahaan yang telah bekerja sama dengan Disnaker Kota Makassar. Perusahaan tersebut diantaranya PT Suraco Jaya Abadi Motor, PT Eastern Pearl Flour Mills (EPFM) dan Apindo.
“Apa yang kita lakukan ini untuk menjadikan Makassar dua kali tambah baik, dan mewujudkan harapan serta cita-cita pemerintah kota mewujudkan Makassar bebas dari pengangguran. Tahun ini kami target tiga kecamatan yang tersentuh Manjarong. Kemudian dilanjutkan kembali di tahun berikutnya sesuai dengan anggaran yang ada,” jelas Irwan Bangsawan.
Peluncuran program manjarong di Kecamatan Manggala, menjadi proses di awal suksesnya Makassar bebas dari pengangguran dan menekan jumlah pencari kerja. Meski demikian, Disnaker Kota Makassar tak ingin melahirkan karyawan ataupun calon karyawan yang tidak berkualitas.
“Semua karyawan maupun calon karyawan yang telah mengikuti pelatihan harus memiliki sertifikat. Pelatihan untuk meningkatkan rasa tanggung jawab, kualitas kerja, prestasi dan profesionalisme. Karena itu, karyawan maupun calon karyawan dan telah memiliki sertifikat dipastikan dapat memberikan hasil kerja yang baik,” katanya.
Hanya saja, untuk tahun ini, Disnaker Kota Makassar belum bisa mengeluarkan dan melakukan sertifikasi kepada karyawan maupun calon karyawan. Sebab Disnaker Kota Makassar masih fokus merampungkan seluruh prosedur pendaftaran yang telah ditentukan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), hingga terdaftar sebagai instansi yang memiliki otoritas memberikan sertifikat bagi karyawan maupun calon karyawan di perusahaan di Kota Makassar.
Memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) atau tenaga profesional untuk turun melakukan kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) kepada karyawan maupun calon karyawan, salah satu persyaratan yang harus dimiliki Disnaker Kota Makassar guna melengkapi persyaratan pendaftaran.
“Kita masih lengkapi seluruh pendaftaran administrasi. Termasuk menyediakan SDM. Tapi kita yakin tahun ini sudah terdaftar diBNSP pusat, dan dapat memberikan sertifikat bagi karyawan maupun calon karyawan di tahun 2018 mendatang,” ujarnya. (arif alqadry)

Exit mobile version