Site icon Berita Kota Makassar

ABF Kantongi 30 Ribu KTP

BANTAENG, BKM–Rupanya Pilbup Bantaeng 2018 mendatang, juga akan diramaikan salah seorang bakal calon (balon) bupati yang akan maju lewat jalur independen atau perseorangan.
Dia adalah Andi Baso Fahrir (ABF) yang menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Bantaeng. “Pak Andi Baso maju melalui jalur independen,”tandas Rahmat Saleh, Koordinator tim pemenangan ABF, Rabu (22/3).
Menurutnya, tim relawan yang terdiri dari beberapa kelompok, telah berhasil mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) melampaui ambang batas minimal persyaratan cabup dan cawabup di Bantaeng.
Rahmat Saleh yang tercatat sebagai inisiator Partai Keadilan di Bantaeng tahun 1998 (PKS sekarang, red), mengklaim, pihaknya telah mengantongi 30 ribu KTP yang sudah disortir. “Sudah terkumpul 30 ribu KTP”, katanya.
Menurutnya, jumlah tersebut belum mencapai target yang ditetapkan tim ABF. Kata dia, relawan masih bekerja mencari tambahan KTP minimal lima ribu. “Kami menargetkan 35 ribu. Jadi, kami masih butuh tambahan minimal lima ribu KTP”, ujarnya.
Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bantaeng, jumlah penduduk wajib KTP sebanyak 161.441 jiwa, sementara yang sudah terekam kedalam data, baru 120.860 jiwa. Sisanya, 40.581 belum terdata alias terancam tidak ikut memilih.
Berdasarkan jumlah kursi di DPRD Bantaeng, yakni 25 anggota dewan, staf KPU Bantaeng, Mahbub Alakhyar, mengatakan, memungkinkan lima pasangan calon (paslon) untuk jalur partai. “Kalau berdasarkan jumlah kursi di DPRD, paslon bupati bisa dua plus. Artinya, bisa tiga sampai lima untuk jalur partai”, ujarnya.
Rahmat Saleh mengaku sudah memperhitungkan kemungkinan paslon jalur partai bedasarkan kursi di DPRD Bantaeng. Termasuk, kata dia, jumlah wajib pilih. Hal inilah yang menjadi dasar target pengumpulan KTP. “Target 35 ribu KTP, bukan berarti berhenti pada angka tersebut. Kami akan terus berupaya mengumpulkan lebih dari jumlah itu”, paparnya..
Sama dengan kandidat lainnya yang bakal melaju lewat jalur partai, Rahmat Saleh juga belum bersedia menyebut nama calon pasangan ABF. “Yang pasti, pasangan pak ABF memungkinkan dari birokrat atau politisi”, pungkasnya. (wam/rif/c)

Exit mobile version