JENEPONTO, BKM — PT Energi Bayu Jeneponto adalah perusahaan yang dipercayakan investor asing asal Singapura, Equis Energi untuk melakukan pembelian lahan. Adapun harga yang dipatok dikisaran Rp35.000 sampai Rp150.000 per meter.
Meski tanah ini dibeli Equis Energi, tapi semua aset akan dikembalikan ke negara setelah kontrak kerjasama selama 25 tahun selesai. ”Jadi jangan kuatir. Tidak ada tanah yang dikuasai mutlak oleh perusahaan asing,” kata Kepala Cabang (Kacab) PT Energi Bayu Jeneponto, Wendel Gery didampingi Direktur Pengembangannya, Sony saat melakukan sosialisasi dengan para LSM, wartawan, dan masyarakat di Cafe 88, Jalan Iksan Iskandar Bontosunggu, Kamis (23/3).
Acara sosialisasi ini dipandu langsung Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar. Turut hadir Kepala Dinas (Kadis) PKAD, Muh Basir, Kadis Dikbud, Nuralam Basir, Kadis PUD, Abd Malik, Camat Binamu, Agus Paledengi, Camat Turatea, Parawansa Tumpu, dan Kabag Humas, Nasuhan Tangnga.
Wendel mengatakan, dalam proses pembelian tanah ini tidak ada makelar tanah. ”Tim kami yang turun ke masyarakat untuk melakukan pembelian kepada masyarakat. Tidak ada unsur paksaan baik kepada masyarakat juga kepada kami. Intinya, mau sama mau karena tidak menggunakan uang negara. Jadi murni uang swasta,” jelasnya.
Dampaknya, kata Wendel, dari 40 hektare lahan milik rakyat yang akan digunakan membangun 20 tower yang menghasilkan energi listrik terbarukan sebesar 3 megawatt (MW) per tower atau 60 MW ini, juga akan dibangun akses jalan selebar 16 meter. Jalan ini tidak mempunyai pagar sehingga bebas digunakan masyarakat untuk mempermudah masyarakat mengangkut hasil panennya Begitu pula di bawah tower, bebas ditanami meski itu milik PLTB.
”Semua kita serahkan kepada rakyat untuk menggarapnya. Hasilnya juga silakan nikmati sendiri. Kami juga akan merekrut tenaga kerja lokal menjadi karyawan PLTB. Jadi tidak semua tenaga kerja asing. Di sekitar lokasi ini juga akan dijadikan obyek pariwisata, pendirian hotel, rumah makan, dan penjualan souvenir dan lainnya. Nantinya ini akan menjadi ikon PLTB di Jeneponto untuk menyerap tenaga kerja guna menekan pengangguran,” terangnya.
Tentang para petani yang dibeli tanahnya, tambahnya, akan diberi pelatihan bercocok tanam. ”Setelah panen padi, tanam apa lagi. Semua akan diberdayakan. Intinya, kehadiran PLTB di Jeneponto untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Jeneponto yang semakin Gammara. Soal kantor di Jalan Sirajuddin, hanya pinjam pakai dari Pemkab Jeneponto. Baik listrik, air, PDAM, maupun gedung semua digratiskan. Semua fasilitas sebagai bentuk lipservice kepada kami sebagai investor yang menanam modal di Kabupaten Jeneponto,” jelas Wendel Gery.
Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, mengatakan, ini bagian dari program Nawacita Presiden RI, Joko Widodo berupa 35.000 MW di Indonesia sampai tahun 2019. Presiden memerintahkan baik kepada gubernur, Pangdam, Kapolda, bupati, dan walikota, harus membackup dan mensukseskan program ketersediaan listrik ini.
”Kita bersyukur dan berbangga menjadi orang Jeneponto. Karena akan menjadi sumber cahaya di Sulsel. Dimana sudah hadir PLTU Bosowa Energi tahap satu 2×125 MW ditambah tahap dua 2×200 MW, juga PLTU PLN kapasitas sama dengan Bosowa Energi,” ujar bupati.
Sekarang ini sudah ada pembebasan lahan oleh PT Energi Bayu Jeneponto. Untuk itu, semua elemen masyarakat baik camat, Kades, lurah, kepala lingkungan, dan kepala dusun untuk mensukseskan pembangun PLTB tersebut.
”Ini program pemerintah dan semua harus mendukung guna mewujudkan Jenepontota semua semakin Gammara,” jelas Iksan Iskandar. (krk/mir/c)
Seluruh Aset PLTB akan Dikuasai Negara
