MAKASSAR, BKM — Terowongan underpass simpang lima yang digali sejak 21 September 2015 akhirnya tembus, Jumat (24/3). Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo terlibat secara dalam proses membobolnya.
Dipandu seorang operator eskavator, Syahrul mengeruk tanah yang membatasi terowongan dari arah Makassar dan Maros hingga tembus sempurna. Suara takbir, Allahu Akbar mewarnai proses tembusnya terowongan sepanjang 110 meter itu.
Selanjutnya akan dilakukan pekerjaan konstruksi, seperti pengerjaan dinding dan jalan terowongan.
“Satu pekerjaan besar dirampungkan ternyata lebih cepat dari target. Saya ucapkan terima kasih kepada BBPJN. Saya juga kaget tadi sudah bisa tembus,” kata Syahrul.
Sebenarnya, gubernur meminta pelaksana konstruksi bisa menyelesaikan penggalian terowongan 25 Maret hari ini. Namun ternyata mampu dilaksanakan sebelum target.
Dia melanjutkan, underpass merupakan jalan keluar cukup efektif memecah kemacetan di kawasan simpang lima Mandai, utamanya saat jam-jam sibuk. Kemacetan di kawasan itu sudah berlangsung sekitar lima tahun.
Dia meminta kepada pelaksana kegiatan untuk menggenjot pekerjaan, supaya underpass sudah bisa dilewati sebelum lebaran Idul Fitri mendatang.
“Semoga 10 hari sebelum lebaran, terowongan underpass sudah bisa digunakan. Paling lama seminggu lah sebelum lebaran, ” harap Syahrul.
Orang nomor satu di Sulsel itu juga mewanti-wanti pelaksana kegiatan agar ornamen underpass bisa dirampungkan secepatnya. Termasuk pembangunan bundaran simpang lima yang akan dilengkapi air mancur.
“Jangan mau kalah dengan air mancur di bundaran HI (Hotel Indonesia). Apalagi tampilannya di malam hari,” imbuhnya.
Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Jalan Metropolitan BBPJN XIII Amin Hamid, optimistis jika proyek underpass bisa diselesaikan sebelum target. Melihat perkembangan pekerjaan yang cukup pesat, Amin juga yakin underpass sudah bisa dipergunakan sebelum Lebaran Idul Fitri mendatang.
Ia menjelaskan, underpass dirancang dua jalur. Setiap jalur ada dua lajur. Panjang terowongan yang digali 110 meter dengan lebar 18 meter dan tinggi 6 meter.
Saat ini proses pengerjaan bundaran air mancur juga sudah dilakukan. Site Engineer Konsultan Paket Underpass Rahman Iskandar, menjelaskan sudah ada kontraktor dari Surabaya yang ditunjuk untuk mengerjakan kolam air mancur yang digambarkan mirip seperti Bundarah HI di Jakarta.
”Sambil menunggu penyelesaian penggalian terowongan, semua pekerjaan di atasnya mulai dirampungkan. Juga sudah dirancang ornamen yang akan dipasang di sisi kiri dan kanan terowongan. Rencananya, ornamen yang akan dipasang menjadi perwakilan tiga etnis yang ada di Sulsel yakni Makassar, Bugis, dan Toraja,” jelasnya.
Sejauh ini masih tersisa 110 hari kerja untuk penyelesaian proyek underpass itu. Jika melihat progres yang cukup lancar, diperkirakan underpass sudah bisa digunakan sebelum lebaran mendatang. (rhm/rus)
Allahu Akbar, Terowongan Underpass Tembus
