JENEPONTO, BKM – Proyek pengaspalan jalan poros Daima Marayu dan Pokobulo yang dikerjakan PT Putra Hadi kini sudah rusak. Padahal, proyek jalan yang menelan anggaran sebesar Rp2,59 miliar dari APBD Jeneponto Tahun Anggaran 2016 itu baru selesai dikerjakan pada Desember 2016.
Demikian disuarakan Jenderal Lapangan Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Jeneponto Bersatu, Irsan Karsa saat melakukan aksi demo bersama puluhan mahasiswa lainnya di depan kantor bupati Jeneponto, Jumat (24/3).
Mereka diterima Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar, Kepala Dinas (Kadis) PU, Abd Malik, Kabid Bina Marga, Makmur Toto, Kabag Humas, Nasuhan Tangnga serta para pimpinan SKPD di ruang pola kantor bupati Jeneponto.
Irsan Karsa mengatakan, proyek tersebut seperti proyek sembunyi-sembunyi. Karena tidak mau diketahui dan dikontrol masyarakat. Terbukti, tidak mempunyai papan proyek dan dikerjakan malam hari.
”Sudah tentu sulit dilakukan pengawasan. Selain mengantuk, juga minim penerangan. Konstruksinya jelek karena tidak dilakukan pengerukan. Tapi langsung diberi sirtu lalu diaspal. Maka hasilnya baru sebulan dikerjakan sudah rusak,” ujar Irsan.
Untuk itu, Irsan meminta kepada bupati Jeneponto untuk memberi sanksi atau mencopot Kadis PU Jeneponto, Abd Malik dan Kabid Bina Marga, Makmur Toto dari jabatannya. Karena mereka melakukan pembiaran dan tidak melakukan pengawasan kepada rekanan
Menanggapi hal ini, Kadis PU Jeneponto, Abd Malik mengatakan ada papan proyek yang dipasang. Setiap proyek pasti ada papan proyek. ”Karena kita tidak mau melanggar aturan dan trasparansi harus dikedepankan,” katanya.
Soal pekerjaan proyek yang dilakukan pada malam hari, kata Malik, itu dikarenakan kalau siang hari jalan ramai. Lalulintas hilir mudik baik sepeda motor maupun mobil. Jadi untuk menghindari kemacetan dan mutu pekerjaan, maka disepakati dikerjakan pada malam hari. ”Tidak ada maksud lain. Juga akan ditambah penerangan saat dilakukan pekerjaan,” janji Malik.
Malik mengakui kalau ada pekerjaan jalan yang rusak. Itu disebabkan ada lokasi penambangan material disitu. Sehingga jalan belum terlalu kering sudah dilalui mobil truk pengangkut material.
Tapi kalau dihitung kerusakan, kata Malik, karena sepenggal-sepenggal hanya sekitat 15 meter dari 2.500 meter atau sekitar 0,2 porsen. Itu pun masih dalam tahap pemeliharaan selama 6 bulan atau pada Juni 2017.
”Saya janji paling lambat dua minggu ke depan atau pertengahan April 2017, sudah diperbaiki jalannya oleh rekanan. Kalau tidak, silakan datang pertanyakan lagi. Karena kami senang kalau semua proyek diawasi agar kualitas proyek bermutu,” jelas Malik.
Sedangkan Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar mempersilakan kepada mahasiswa untuk demo tapi tidak anarkis. Menurutnya, semua pekerjaan tidak ada yang ditutup-tutupi. ”Semua dilakukan transparan karena kita mau lihat Jenepontota baik,” katanya.
Untuk itu, kata Iksan, bila dalam dua minggu ke depan tidak ada perbaikan, maka silakan ditagih Kadis PU dan Kabid Bina Marga. Karena mereka sudah berjanji di hadapan mahasiswa. (krk/mir/b)