Site icon Berita Kota Makassar

Lari Usai Diparangi, Malah Dihakimi Massa

TAKALAR, BKM — Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itulah kejadian yang dialami Asri. Pria usia 26 tahun, warga Bontokadopepe, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar itu menjadi korban pemarangan.
Usai kejadian, korban yang diduga diparangi oleh Reza dan temannya, berusaha menyelamatkan diri dengan berlari. Namun langkahnya terhenti. Sebab ia diteriaki hingga akhirnya dihakimi massa.
Peristiwa tragis ini berlangsung di jalan poros Limbung, Kelurahan Mataallo, Takalar, Kamis (30/3) pukul 15.20 Wita. Beruntung, polisi segera datang ke lokasi kejadian. Selanjutnya mengevakuasi korban dari aksi massa.
Kejadian bermula ketika korban dijemput oleh Reza. Ia minta ditemani meminta uang ke orang tuanya.
Tanpa curiga, Asri menurutinya. Ia menemani Reza dengan mengendarai sepeda motor. Mereka menuju ke Timpippo, Kelurahan Mataallo, Kecamatan Bajeng.
Setiba di depan rumah, Asri disuruh menunggu di luar. Sementara Reza masuk ke dalam rumahnya.
Tak berselang lama, tiba-tiba sekelompok orang tak dikenal datang dan menghampiri Asri. Diapun langsung jadi sasaran pemarangan. Ironisnya, Reza ada diantara penyerang.
Dalam kondisi bersimbah darah, korban berlari dan berusaha menyelamatkan diri. Namun, ketika berada di depan kantor Veteran, Limbung korban berhasil terkejar. Lagi-lagi diapun dikeroyok.
Aksi pelaku terhenti ketika aparat Polsek Bajeng yang dipimpin Kanit Patroli Ipda Anwar tiba di lokasi. Korban langsug dievakuasi dan dilarikan ke Puskesmas Bajeng untuk mendapat perawatan medis.
Kapolres Takalar AKBP Iskandar yang dikonfirmasi, membenarkan kejadian itu. Korban Asri disebutkan mengalami luka terbuka pada bagian kepala sebelah kiri dan belakang. Ada pula luka terbuka pada lengan kanan sebelah atas, serta lengan kiri bawah.
”Anggota masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keteranan saksi-saksi dan barang bukti di lokasi kejadian. Korban nyaris tewas setelah mengalami luka terbuka di bagian kepala lantaran diparangi oleh pelaku,” jelas Iskandar, Jumat (31/3).
Karena kondisinya yang cukup parah, petugas medis di Puskesmas Bajeng kemudian merujuk korban ke Rumah Sakit Syekh Yusuf, Sungguminasa, Kabupaten Gowa
Perwira dua bunga melati di pundaknya itu menambahkan, insiden pengeroyokan dan pemarangan terhadap Asri diduga buntut dari kasus pelecehan seksual yang terjadi terhadap perempuan berinisial E. Pelakunya bernama Robi, yang disebut-sebut berteman dengan Asri.
‘”Dari hasil penyelidikan yang dilakukan Polsek Bajeng, diperoleh informasi jika insiden tersebut merupakan aksi balas dendam dari keluarga E, yakni Reza. Pihak keluarga tahu jika Asri merupakan rekan Robi. Saat ini Robi telah kami amankan,” ujar Iskandar.
Agar kasus ini tidak melebar, tambah Iskandar, pihaknya sudah mendatangi keluarga kedua belah pihak. Pelaku pengeroyokan diminta menyerahkan diri guna menjalani proses hukum. (ish/rus)

Exit mobile version