Site icon Berita Kota Makassar

Uang Panaik, Cita Rasa Lokal yang Menasional

MAKASSAR, BKM — Uang Panaik, film produksi Makassar berhasil mencatat prestasi membanggakan di ajang Indonesian Box Office Movie Awards (IBOMA) 2017. Kategori penghargaan yang diraih adalah Film Produksi Daerah Terlaris. IBOMA merupakan ajang penghargaan untuk film-film yang memiliki angka penonton terbanyak selama tahun 2016.
Film besutan orang-orang kreatif Kota Daeng itu mampu menaklukkan kerasnya persaingan dalam dunia perfilman tanah air. Sekaligus membuka mata insan perfilman Indonesia, jika film produksi lokal, bila dikemas secara menarik akan meraup penonton yang sangat banyak.
Selama hampir dua bulan diputar di bioskop-bioskop tanah air, film Uang Panaik berhasil ditonton 562.000 orang. Angka yang terbilang fantastis untuk film bergenre lokal.
Kenapa film ini mampu mencuri perhatian masyarakat, khususnya para penikmat film?
Menurut salah satu Eksekutif Produser Uang Panaik, dr Wahyudi Muhsin, banyak keistimewaan yang ditawarkan dalam film ini sehingga mendapat tempat istimewa di hati masyarakat. Diantaranya, kata Wahyudi, kendati mengangkat tema budaya lokal, namun konten ceritanya dikemas kekinian. Namun bukan berarti mengabaikan ruh adat istiadat suku Bugis-Makassar.
Selain itu, kata Wahyudi, kendati pesan moral yang ingin disampaikan pada film ini sangat kuat, namun kesannya tidak menggurui penonton.
Film ini juga mengeksplorasi talenta lokal mulai dari sutrada, pemain, hingga kru film lainnya. Namun, produk yang dihasilkan ternyata bisa disejajarkan dengan film-film yang diproduksi secara nasional.
“Jadi memang proses produksinya tidak main-main. Kita angkat cita rasa lokal jadi menasional,” kata Wahyudi, kemarin.
Salah seorang Eksekutif Produser lainnya, Sunarti Sain menambahkan, film Uang Panaik ini dikemas dengan balutan komedi sehingga penonton terhibur jika menyaksikan. Selain itu, tema yang diangkat memang sangat unik dan bernuasa lokal. Orang-orang yang terlibat di dalamnya juga bukan orang yang sudah banyak makan asam garam dunia perfilman. Namun berkat keseriusan dan profesionalitas, film ini menjadi sangat menarik.
“Saya ketemu dengan banyak orang di Jakarta. Mereka mengaku suka dengan film ini. Banyak yang excited,” ungkap perempuan yang akrab disapa Una ini.
Yang jelas, kata Una, dengan penghargaan yang diraih Uang Panaik, akan membuka mata masyarakat, film lokal jika dikemas secara profesional dan sungguh-sungguh, bisa bersaing dengan film nasional. Selain itu, bisa memotivasi anak muda Makassar yang punya talenta dan passion di bidang film untuk terus mengembangkan bakatnya. (rhm/rus)

Exit mobile version