PEMERINTAH kabupaten dan kota di Indonesia berlomba-lomba menerapkan program yang menyentuh langsung kepentingan rakyat. Terutama kalangan yang tidak mampu.
Salah satu yang mendapat perhatian utama adalah di bidang kesehatan. Tak heran jika inovasi program bermunculan di mana-mana. Termasuk di Kabupaten Barru.
Sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati, Ir H Suardi Saleh punya kepedulian besar tehadap pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakatnya. Meski cukup lama berkarir di bidang pekerjaan yang berhubungan dengan infrastruktur, Suardi sadar bahwa pelayanan di bidang kesehatan mutlak didapatkan.
Sebelum menduduki posisinya yang sekarang, Suardi lebih banyak bergelut di Dinas Pekerjaan Umum. Ia termasuk pamong senior yang mengurusi bidang sarana dan prasarana. Hal itu diperkuat dengan latar belakang pendidikannya sebagai insinyur teknik sipil.
Sejak diberi amanah dan kepercayaan menjadi Plt Bupati Barru, Suardi kian paham kalau rakyat begitu mendambakan pelayanan kesehatan yang mudah, murah bahkan jika memungkinkan, gratis.
Jika sebagian besar masyarakat masih menilai bahwa untuk hidup sehat itu sangatlah mahal, maka Suardi memiliki keinginan kuat membalik fakta tersebut. Diapun kemudian meluncurkan program home care melalui pelayanan Public Safety Center 119.
Layanan kesehatan yang digagasan mantan Kepala Dinas PU Kabupaten Pinrang ini lebih memudahkan warga Barru, terutama yang kurang mampu. Mereka bisa memperoleh pelayanan kesehatan hanya dengan menghubungi Call Center 119 yang aktif selama 24 jam.
Melalui program peduli kesehatan kepada masyarakat ini, disiapkan dua mobil operasional lengkap dengan sarana, petugas medis dan dokter secara gratis. Jika ada warga sakit dan informasinya sudah disampaikan ke Public Safety Center 119, maka petugas medis plus dokter segera mendatangi pasien untuk melakukan diagnosa.
”Apabila harus dievakuasi ke rumah sakit dan Puskesmas untuk diberikan pelayanan, pasien bersangkutan kita bawa dengan menggunakan mobil layanan yang telah disediakan,” kata Suardi dalam berbagai kesempatan.
Dijelaskan pula, bahwa program home care tidak sebatas menyiapkan satu mobil operasional layanan pasien sakit saja. Melainkan juga setelah sembuh.
”Program kami di Pemkab Barru, memberikan pelayanan kepada masyarakat kurang mampu ketika sakit dan setelah sembuh. Setelah memperoleh pelayanan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas, kita siap mengantar warga tersebut sampai ke rumahnya. Intinya, kita jemput yang sakit, mengantar yang sudah sembuh,” terangnya.
Bagi Suardi, tidak adil rasanya jika pelayanan kesehatan secara maksimal hanya bisa dinikmati kalangan berkemampuan. Melainkan hak semua orang tanpa kecuali. Karenanya, pemerintah memiliki kewajiban untuk memenuhi hak hidup sehat kepada warganya.
”Kami berharap semua stakeholder mendukung program ini. Masyarakat tidak boleh tertunda kebutuhan pelayanan kesehatannya,” tandas Suardi. (rusdi nasaruddin)
Jemput Pasien Sakit, Antar Warga Sehat
