MAKASSAR, BKM — Banyak cara tak lazim dilakukan para pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya. Salah satunya dengan apa yang dilakukan Bunyamind Yapid, CEO An Nur Travel. Ia mengembangkan travelnya mulai dari desa hingga menasional.
Bunyamind mengakui, mengembangkan bisnis biro haji dan umroh di tengah maraknya kompetitor, membutuhkan strategi dan plan bisnis yang jitu. Ditambah dituntun peran seorang leader bisnis yg mumpuni untuk terus bisa menjadikan perusahaan tetap eksis dan profit.
Teori marketing revolusioner kerap menjadi acuan bagi para pelaku bisnis mengembangkan kreativitas marketing untuk menggaet hati pelanggannya. Didasari pengetahuan agama yang mumpuni, sejak mendirikan An Nur Travel, Bunyamin mensinergikan lewat strategi marketing langit.
Ia mendeskripsikan marketing langit dengan bagaimana bisa mengetuk pintu langit dengan cara semua darinya. Mesti meminta lewat darinya. Juga, semuanya lewat ibadah. Lewat strategi marketing langit yang digunakan Bunyamin, kini An Nur bisa eksis. Bahkan semakin bersinar.
”Semua kita lakukan secara perlahan. Kita bangun An Nur dari desa dengan segala tantangan. Alhamdulillah, kini An Nur bisa eksis tidak hanya di wilayah asal An Nur di wilayah Ajatappareng, warga Makassar kini sudah mempersemai An Nur. Ini tingkatannya kan trend positif. Beda dengan travel lain, semuanya berlomba-lomba ke daerah cari jamaah. Ini kan perlu dipertanyakan. Ada apa dengan pangsa pasar di kota. Kenapa pada ke daerah. Tingkat kepercayaan jamaah mesti dijaga agar tidak kemana-mana,” jelas Bunyamin.
Seperti diketahui, aku Bunyamin, saat ini banyak travel umroh asal Makassar yang mesti ke daerah untuk mencari jamaah. Berbeda dengan An Nur Travel yang sudah menguasai hampir 80 persen jamaah asal daerah di Sulsel, dan kini memperkuat lagi di Kota Makassar.
”Harusnya begitu, dari desa ke kota. Bukan kota ke desa. Trendnya menurun dong,” kelakar lulusan AL Azhar Kairo ini. (mir)
Kembangkan An Nur Travel dari Desa
