Site icon Berita Kota Makassar

Ketua HIPMI Sulsel Dimosi Tak Percaya

MAKASSAR, BKM — Baru saja dilantik pada 3 Februari 2017 lalu, kepengurusan Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Sulsel, Herman Heizer sudah mulai digoyang.
Parahnya lagi belum sempat menjalankan program-program usungannya, Herman pun sudah dimosi tak percaya belasan BPC (Badan Pengurus Cabang) di Sulsel. Bahkan, Ketua HIPMI Sulsel ini didesak untuk diganti melalui Musdalub (musyawarah daerah luar biasa).
Wacana Musdalub ini sudah melebar ke badan pengurus baik BPC, BPD hingga BPP. Bahkan Musdalub segera dilakukan setelah BPP menurunkan izinnya. Dari 24 BPC di Sulsel, sebanyak 17 BPC telah melayangkan mosi tak percaya. Di antaranya BPC Gowa, Takalar, Makassar, Pangkep, Enrekang, Luwu, Sidrap, Wajo, Soppeng, Banteang, Sinjai dan BPC Selayar.
Ringgo Boy, salah seorang senior HIPMI Sulsel kepada wartawan di Makassar, Minggu sore (2/4), mengatakan, ada sekitar 17 BPC yang melakukan mosi tidak percaya kepada kepemimpinan Herman Heizer tersebut.
Gerakan mosi tak percaya ini, tambah Ringgo Boy, diawali dengan adanya gerakan forum bernama penegak konstitusi. Dan itu sudah mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Makassar dan akan segera disidangkan dalam waktu dekat.
Gugatan ini dilakukan karena banyaknya aturan organisasi yang dilanggar Herman selaku ketua terpilih. Inilah yang membuat lahirnya mosi tak percaya itu. Dasar gugatannya, karena banyak pasal yang dilanggar.
”Sehingga mekanisme pelaksanaan Musda itu kita anggap tidak sesuai AD/ART dan petunjuk organisasi. Makanya, kita minta dilaksanakan Musdalub. Keinginan ini diperkuat keinginan BPC yang ada di daerah. BPC anggap Herman tidak bisa berbuat apa-apa. Yang pertama struktur organisasi tidak obyektif. Banyak pengurus yang tidak jelas dari mana asalnya dan dijadikan pengurus, padahal tidak pernah jadi pengurus BPD. Padahal, aturannya dalam AD/ART sudah jelas,” beber Ringgo Boy.
Jadi soal terberat dan sangat disayangkan para pengurus BPD dan BPC, karena tidak ada niat Herman memperbaiki secara internal. ”Menjadi pemimpin organisasi itu yang utama adalah membina anggota. Sebab ini lembaga kaderisasi. Tapi yang diperlihatkan Herman tidak demikian halnya. Malah, saat mendengar adanya isu mosi tak percaya ini, ketua BPD Sulsel ini langsung melakukan gertak ke BPC untuk dibekukan. Bahkan, ketuanya di-Plt-kan. Ini kan namanya bukan membina, tapi memvonis. Bahkan, dia memperlihatkan arogansi kepemimpinannya,” tandas Ringgo Boy yang jabatannya sekarang dalam HIPMI Sulsel adalah dewan kehormatan. Namun posisi itu pun sudah ditarik Herman alias sudah dikeluarkan dari posisi tersebut.
Bagi dirinya maupun rekan-rekan sesama anggota HIPMI, menurut Ringgo Boy, tidak ada yang marah secara pribadi terhadap Herman. Tapi semuanya hanya berbicara profesional terkait organisasi ini saja. Keinginan Musdalub yang dilayangkan sekitar 17 BPC ini beralasan bahwa Herman selama terpilih tidak ada kegiatan. Bahkan terkesan menjaga jarak dengan internal BPD dan BPC.
Salah seorang Dewan Kehormatan BPC HIPMI Makassar, Saldi Darmawan, membenarkan adanya goncangan di tubuh BPD HIPMI Sulsel. ”Yah, saya sudah dengar juga soal itu. Makanya, saya selaku bagian dari organisasi ini merasa sangat menyayangkan kenapa bisa terjadi hal demikian. Ini sebenarnya sepele saja sepanjang Herman bisa membenahi kembali persoalan dalam tubuh BPD. Cuma sepertinya tidak ada niat membenahi yang diperlihatkan Herman. Sehingga wajar lah jika sejumlah BPC semakin berontak,” jelasnya.
Sementara itu, Ketum BPD HIPMI Sulsel, Herman Heizer yang dihubungi via ponselnya kemarin, mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada BPP terkait adanya mosi tidak percaya yang dilayangkan sejumlah BPC.
Namun Herman membantah apa yang dilakukan selama ini telah melanggar aturan organisasi. ”Saya sementara jalankan beberapa program sejak saya dilantik 3 Februari lalu. Saya tidak mengerti dinamikanya bagaimana. Mosi tidak percaya itu dilayangkan teman-teman yang kecewa kemudian dibawa ke gerakan mosi tidak percaya. Saya merasa tidak melanggar AD/ART. Saya serahkan sepenuhnya kepada BPP saja,” kata Herman. (sar/mir)

Exit mobile version