Site icon Berita Kota Makassar

Peserta UNBK Keluhkan Komputer Lambat Loading

MAKASSAR, BKM– Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) serentak dilaksanakan di sekolah menengah kejuruan (SMK) di Sulsel, Senin (3/4).
Hanya saja, dalam pelaksanaan UNBK di hari pertama sejumlah siswa mengeluhkan jaringan internet yang lambat, sementara waktu terus berjalan.
Salah satu peserta UNBK di SMKN 7 Makassar, Aisyah membenarkan jika dirinya mengeluhkan jaringan yang lambat loading. “Loading-loading jaringannya, hanya itu yang ambil waktu. Kalau yang lainnya tidak ada masalah,” jelas Aisyah.
Meski masih ada kekurangan, Kepala sekolah SMKN 7, Ilyas menegaskan jika pelaksanaan UNBK di sekolahnya di hari pertama berjalan lancar. “Imbauan Dinas Pendidikan Sulsel kalau UNBK harus jalan. Alhamdulillah sekolah kami berjalan lancar. Kami memiliki enam ruangan untuk UNBK, setiap ruangan memiliki 36 komputer jadi jumlah komputer 216 unit,” ungkapnya.
Di SMKN 7 ternyata juga digunakan siswa SMK Sarewigading untuk ikut melaksanakan UNBK. Dengan jumlah peserta UNBK 264 dari SMKN 7 dan enam dari SMK Sawerigading.
Sementara itu, di SMKN 6 Makassar, pelaksanaan UNBK juga menemui sedikit masalah. Minimnya sarana berupa komputer dan ruangan yang dapat digunakan dalam melaksanakan UNBK dengan jumlah siswa yang mencapai 256 orang, membuat pihak sekolah menggelar tiga sesi di dua ruangan. Tiap sesi berlangsung selama dua jam yang diikuti secara bergantian masing-masing 50 peserta untuk ruangan 01 dan 44 peserta untuk ruangan 02.
“Pelaksanaan UNBK di tahun ini kita lakukan dengan tiga sesi, dimana tiap sesi itu berlangsung selama dua jam dari pukul 07:30 wita sampai 16:00 wita. Kenapa kita buat tiga sesi dan secara bergantian, karena komputer kami kurang, di ruang satu kita punya 50 unit dan ruang dua 44 unit. Jadi caranya harus bergantian. Kalau untuk mata ujian di hari pertama adalah Bahasa Indonesia,” sebut Panitia penyelenggara UNBK SMKN 6 Makassar, Muh Iqram Nurdin, kemarin.
Minimnya fasilitas berupa komputer yang dimiliki sekolah kata Iqram, membuat siswa turut andil dalam pelaksanaan UNBK. Mereka membawa dan menyimpan sementara waktu laptop miliknya untuk digunakan dalam pelaksanaan UNBK selama empat hari.
“Untuk memastikan kondisi clien maupun server aman, kami rutin melakukan pengecekan. Kalau ada rusak dan memakan waktu untuk kita perbaiki, pasti kita ganti dengan penyediaan empat server dan beberapa clien milik siswa. Tapi sejauh ini belum ada kendala seperti itu yang kita hadapi,” katanya.
Dia menambahkan, masalah lain yang sering terjadi dalam pelaksanaan UNBK, yakni pada perangkat komputer milik siswa yang terserang virus dan bermasalah pada colokan LAN. Selain itu, lambatnya jaringan juga rawan terjadi untuk server. Sehingga tim teknisi harus selalu siap siaga berada di luar ruangan untuk dapat segera memperbaiki komputer atau laptop yang bermasalah.
Terpisah, sejumlah unit pelaksana teknis (UPT) Dinas Pendidikan dari sejumlah kabupaten/kota di Sulsel melalui teleconference dengan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo secara umum menyatakan pelaksanakan UNBK berjalan dengan lancar.
Pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMK se-Sulsel mencatat sejarah. Untuk pertama kalinya, UN seluruh SMK 100 persen dilaksanakan berbasis komputer (UNBK).
“Ini pertama kalinya seluruh SMK se-Sulsel ujiannya basis komputer (UNBK). Pagi ini saya jalan memantau kelancarannya, semoga semua sesuai ketentuan,” jelas Irman di sela-sela pemantauan UNBK di SMKN 5 Makassar.
Pelaksanaan UNBK SMK digelar tanggal 3-6 April 2017. Jumlah SMK (negeri/swasta) yang mengadakan UNBK 100 persen yaitu 305 SMK dgn jumlah siswa 35.231 orang. Namun dari laporan sejumlah UPT di daerah, tidak semua peserta yang terdaftar, ikut dalam pelaksanaan UNBK dengan berbagai alasan.
Seperti di Kabupaten Jeneponto misalnya. Menurut Kepala UPT Jeneponto, Amir, sebanyak 20 sekolah menyertakan siswanya ikut UNBK. Namun yang menyelenggarakan hanya 11 sekolah. Sisanya sembilan sekolah numpang ujian di sekolah yang menyelenggarakan dengan alasan sarana dan prasarana yang belum tersedia di sekolah.
Jumlah siswa yang terdaftar UNBK di Jeneponto sebanyak 1562 orang. Namun yang hadir di hari pertama sebanyak 13 orang. Laporan Amir ke Kadisdik Sulsel Irman Yasin Limpo, alasan sejumlah siswa tidak ikut UNBK karena sudah menikah, sakit, memang sudah tidak pernah masuk sekolah. Dan ada juga yang tersandung kasus hukum. Malah, ada yang terdeteksi kawin lari.
Persoalan yang sama juga ditemukan di Kabupaten Takalar. Alasan ketidakhadiran siswa pada UNBK karena menikah, ada yang kawin lari, sakit, hingga tanpa keterangan.
Persoalan lain yang ditemukan adalah tidak sinkronnya pertanyaan atau soal dengan jawaban. Seperti yang ditemukan Irman ketika melakulan peninjauan di salah satu SMK yang ada di Makassar.
Ternyata, hal yang sama terjadi juga di
Luwu Timur. Menurut Kepala UPT Lutim, Asqar, ditemukan ada soal Bahasa Indonesia yang alternatif jawaban disiapkan tidak berhubungan sama sekali sehingga siswa sudah untuk memilih jawaban yang benar.
Sementara di Kabupaten Pinrang, jaringan sempat bersoal sekotar 15 menit di sesi pertama pelaksanaan ujian.
Irman yang akrab disapa None menginstruksikan semua UPT untuk mendata dan mencari informasi soal siswa yang tidak ikut ujian. Termasuk yang sudah menikah dan terkendala kasus hukum. Jika memungkinkan, akan difasilitasi untuk ikut ujian susulan.
Sementara soal server dan listrik, dia mewanti-wanti seluruh UPT untuk terus menjaga segala kemungkinan yang bisa mengganggu jalannya ujian. (rhm-arf-jun/war/b)

Exit mobile version