GOWA, BKM — Nahas dialami sembilan orang petani jagung di Dusun Tekkotanru, Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Senin (3/4) sore kemarin mereka tertimbun 3 ton jagung kuning dari atas rumah kebun berukuran 4×4 meter.
Dari sembilan orang petani malang itu, empat orang diantaranya tewas di tempat. Lima orang selamat, namun dua orang diantaranya mengalami luka parah.
Petani jagung yang meninggal duania yakni Kasma (33), Dani Dg Kanang (45) dan Herman (20). Ketiganya adalah warga sekampung di Dusun Tekkotanru. Satu orang lainnya bernama Hanifah (75), warga Dusun Balang Papa, Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang.
Para korban yang mengalami luka-luka yakni Dg Ramma (30) dan Haria Dg So’na (40). Keduanya sementara dirawat intensif di RSUD Syekh Yusuf Gowa. Sedangkan korban selamat Imawati Dg Mawara (23), Ida Dg Tonji (20) dan Hana Dg Rannu (30).
Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan, kemarin menjelaskan bahwa kejadian tersebut saat para korban berteduh di bawah pondok kebun sambil mengupas kulit jagung.
Sementara rumah kebun tersebut terisi hasil panen yang diperkirakan sekitar 3 ton jagung.
”Saat itu tiba-tiba pondok ambruk. Mereka yang berada di bawahnya langsung tertimbun jagung, yang menyebabkan korban sulit bernapas dan bergerak,” terang AKP Mangatas Tambunan.
Dijelaskan Mangatas Tambunan, rumah kebun yang berada di atas bukit tersebut terbuat dari batang bambu sebagai tiangnya, dan rangka bangunan bagian atas terbuat dari kayu. “Dindingnya juga dari sirapan bambu. Jadi gampang roboh, karena beban terlalu berat,” tambahnya.
Korban meninggal sudah disemayamkan di rumah duka masing-masing dan pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan visum. (sar/rus)
Rumah Berisi 3 Ton Jagung Ambruk, Empat Tewas
