MAKASSAR, BKM — Di hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sederajat, Selasa (4/4), masih saja ditemukan permasalahan.
Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Disdik) Sulsel, Irman Yasin Limpo mengemukakan, sejumlah sekolah masih mengeluhkan kekurangan sarana, kesiapan pihak sekolah dan adanya gangguan server.
“Hanya sarana saja dalam hal ini komputer, kesiapan sekolah dan siswa, serta ada laporan soal server yang lelet,” kata lelaki yang akrab disapa None itu.
Menurutnya, gangguan server yang dialami sekolah saat UNBK diakibatkan permasalahan koneksi server di sekolah itu sendiri. Solusinya, kata dia, pihak sekolah harus mengantisipasi dengan memperkuat daya server.
“Kita bisa antisipasi,” jawabnya.
Ia meminta kepada pihak sekolah agar berkoordinasi jika ada hambatan yang ditemui.
Ditemui disela-sela pelaksanaan UNBK, Kepala Sekolah SMK 5 Makassar, Andi Umar mengatakan gangguan utama pelaksanaan UNBK tahun ini juga pengaruh server dan jaringan internet. “Lambat loading, karena satu kali diakses secara bersamaan,” katanya.
Dikatakannya, untuk satu server dapat menampung 120 siswa dan jika satu sekolah memiliki 240 siswa, maka minimal menyiapkan dua server.
Di SMK 5 terdapat 415 siswa yang mengikuti UNBK. Mereka berasal dari tiga sekolah yaitu SMK Baznas, SMK Reformasi, dan SMK 5 sebagai tuan rumah.
Tak hanya itu, dari ‘Video Conference’ yang digelar Dinas Pendidikan Sulsel, kelambatan server juga menjadi kendala.
Dari hasil laporan kepala UPTD Pendidikan Pinrang, SMK Negeri 3 Pinrang terpaksa menggunakan paket internet pribadi dari smarphone masing-masing untuk menunjang kelancaran ujian. Pasalnya, jaringan internet pada sesi kedua ujian di hari pertama UNBK itu tiba-tiba terputus.
Disisi lain, General Manager PLN Sulselrabar menjamin tidak akan ada pemadaman selama UNBK digelar. Bob mengatakan sudah berkoordinasi dengan dinas pendidikan untuk memberitahu pihak sekolah untuk mengantisipasi masalah tersebut dengan penyediaan ganset.
“Kami jamin tidak ada. Namun jika ada hal diluar kemampuan kita, kita sudah koordinasikan ke Dinas Pendidikan agar menghimbau sekolah menyediakan ganset,” ucap Bob.
Diketahui, Jumlah SMK (negeri/swasta) yang mengadakan UNBK di Sulsel yaitu 305 SMK dengan jumlah siswa 35.231 Orang. UNBK sendiri digelar mulai tanggal 3-6 April.
Tahun ini, 100 persen SMK di Sulsel mengikuti UNBK. “Hanya dua di Indonesia yang siap, Sulsel dan Bali,” jawab pungkas None.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Ismunandar, tidak dapat memberikan banyak komentar menyikapi keluhan yang dilontarkan peserta UNBK tingkat SMK terkait buruknya jaringan serta menimnya fasilitas berupa komputer yang sediakan.
Ismunandar hanya memberikan saran kepada pihak terkait jika sebelum melaksanakan UNBK harus diawali dengan perencanaan yang matang.
“Harus ada perencanaan sebelumnya yaitu dengan melakukan simulasi yang dilaksanakan pihak sekolah ke calon peserta UNBK. Jadi masalah seperti ini bisa terhindar,” kata Ismunandar, kemarin.
Untuk pelaksanaan UNBK tingkat SMP di Kota Makassar, dia sama sekali tidak mengharapkan hal itu terjadi. Terlebih dimana Disdik Kota Makassar telah meminta kepada seluruh pihak sekolah untuk menyelenggarakan simulasi sebelum pelaksanaan UNBK.
Selain itu, Disdik Kota Makassar juga telah melakukan koordinasi dengan Telkom dan PLN untuk memastikan ketersediaan jaringan dan listrik pada saat pelaksanaan UNBK SMP berlangsung.
“Kalau kami di Disdik, sebelum pelaksanaan ada perencanaan yang matang seperti dengan koordinasi ke Telkom untuk jaringan dan PLN untuk listrik. Jadi saya pastikan pelaksanaan UNBK kami di Kota Makassar khusus SMPN aman dan lancar. Karena memang harus ada perencanaan dan pengontrolan,” ulangnya. (rhm-arf)
