OPINI Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) menjadi prestasi tersendiri bagi sebuah daerah. Sebab penilaian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) itu menjadi indikator baiknya laporan keuangan yang disusun setiap tahunnya.
Untuk bisa meraihnya tidaklah mudah. Apalagi empat kali dalam rentang waktu yang berbeda. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lutu Timur (Lutim) Drs Bahri Suli,MM telah mampu membuktikannya.
Di tahun 2010, Bupati Luwu Timur kala itu Andi Hatta Marakarma mengangkat Bahri Suli selaku pelaksana tugas (plt) sekkab. Selanjutnya didefinitifkan dua tahun kemudian, atau di tahun 2012.
Mendapat amanah dan kepercayaan yang begitu besar, mengharuskannya untuk bekerja dengan ekstra hati-hati. Khususnya dalam mengelola administrasi dan keuangan daerah.
Masa jabatan Andi Hatta Marakarma sebagai bupati telah dituntaskan. Ia kini digantikan oleh HM Thoriq Husler. Bahri Suli masih mendapat kepercayaan menjadi sekkab.
Suami Masrah inipun terus memainkan perannya. Terlebih khusus dalam kapasitasnya sebagai pembina Aparatur Sipil Negara (ASN).
Disiplin ASN terus ditegakkan. Mereka didorong melaksanakan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) dengan penuh tanggung jawab. Tidak heran jika kemudian prestasi mampu ditorehkan. Mendapatkan opini WTP dari BKP sebanyak empat kali.
”Pencapaian ini melalui kerja keras dan dukungan sumber daya manusia aparatur. Khususnya pengelola administrasi keuangan,” kata Bahri Suli.
Ayah tiga anak ini mengakui bahwa peningkatan kedisiplinan ASN di daerah yang dijuluki Bumi Batara Guru ini mengalami peningkatan yang signifikan. Atas dasar itu, pemerintah kabupaten mengganjar mereka dengan memberikan apresiasi berupa tambahan penghasilan.
”Kita terus memotivasi para pegawai untuk disiplin dan meningkatkan kinerjanya masing-masing. Seiring dengan peningkatan itu, pemerintah daerah mengapresiasi melalui tambahan penghasilan. Nilainya terus meningkat, dengan harapan kinerjanya juga meningkat,” jelas Bahri.
Selain itu, diberikan pula apresiasi dalam bentuk lagi. Seperti promosi jabatan dan mengikutsertakan mereka dalam setiap kegiatan diklat (pendidikan dan latihan).
Meski begitu, Bahri Suli tak memungkiri bila masih ada segelintir ASN yang bertindak diluar aturan. Pemantauan terhadap mereka dilakukan masing-masing OPD (Organisasi Perangkat Daerah).
Sebagai pelayan administrasi, Bahri Suli memiliki cara tersendiri untuk membantu bupati dalam rangka percepatan proses administrasi dengan baik. Salah satunya adalah intens melakukan koordinasi dengan seluruh OPD, baik melalui telepon maupun mendatangi langsung. Hal itu dilakukan Bahri, sebagai bentuk loyalitas dari amanah yang diembannya selaku sekkab.
“Sebagai pembantu bupati, tugas saya adalah mengkoordinir OPD yang ada. Sehingga proses administrasi bisa berjalan dengan baik sebelum sampai ke bupati,” tutur Bahri.
Saat ini ASN yang terdapat di Luwu Timur kurang lebih 4.500 orang. Mereka tersebar di 28 OPD, 11 kecamatan, tiga kelurahan dan 127 desa.
Ia mengaku ada sedikit kesulitan dalam melakukan distribusi ASN. Khususnya pada wilayah terpencil.
Kesulitan itu kemudian coba diatasi. Caranya, melihat latar belakang ASN. “Jika ada wilayah terpencil kurang pegawainya, maka kita tempatkan orang yang memang berasal dari sana,” jelasnya.
Cara lain, menurut Bahri, karena melihat kondisi ASN yang masih sangat terbatas, pemkab mengangkat dan menempatkan pegawai kontrak atau upah jasa. Utamanya untuk tenaga pendidik dan kesehatan.
“Saat ini ada wilayah tertentu memanfaatkan upah jasa dan kontrak dengan merekrut tenaga yang berasal dari daerah tersebut, dengan melihat latar belakang pendidikan,” ungkap mantan Camat Tomoni ini.
Sebagai birokrat yang menduduki level tinggi di Pemkab Lutim, Bahri Suli terus menjaga kemitraan ayng harmonis antara ekskutif dan legislatif. Mulai penyusunan RAPBD (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), hingga turun melaksanakan Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan). Koordinasi terus berjalan dalam rangka mensinkronkan program pemerintah daerah.
“Hubungan baik antara pemda dan DPRD saat ini akan terus kita jaga, demi mewujudkan program bupati dan wakil bupati menjadikan Kabupaten Luwu Timur sebagai daerah terkemuka di tahun 2021 mendatang,” kata Bahri. (alpian alwi)
Raih Empat Kali WTP
