Site icon Berita Kota Makassar

Serapan Anggaran hanya 79 Persen

JENEPONTO, BKM — Rapat Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Jeneponto Tahun Anggara (TA) 2016 hanya dihadiri 23 orang dari 40 anggota DPRD Jeneponto.
Rapat dipimpin Ketua DPRD Jeneponto, Muh Kasmin. Turut hadiri Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, Dandim 1425 Jeneponto, Kol Sugiri, Wakapolres, Kompol A Limpong, Sekkab Jeneponto, Muh Syarif, para pimpinan SKPD, para camat, lurah, dan kepala desa.
Pada rapat paripurna ini, Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, menyerahkan LKPj bupati untuk Tahun Anggaran 2016 yang diterima Ketua DPRD Jeneponto, Muh Kasmin untuk dilakukan pembahasan di ruang rapat utama kantor DPRD Jeneponto, Jumat (7/4).
Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, mengatakan, pada tahun 2016 pertumbuhan ekonomi Jeneponto mencapai 7.42 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Brutto (PDRB) sebesar Rp5,085 triliun dibandingkan pada tahun sebelumnya atau tahun 2015 yang hanya sebesar 6.5 persen dengan nilai PDRB Rp4,773 triliun. Sektor pertanian masih mendominasi pertumbuhan ekonomi Jeneponto sebesar 51,80 persen.
Untuk pendapatan ditahun 2016 sebesar Rp1,38 triliun dengan realisasi Rp1,26 triliun. Jumlah ini terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jeneponto Rp103,90 miliar, dana perimbangan Rp976,82 miliar, dan dana pendapatan lain-lain sebesar Rp25,57 miliar.
Dari segi belanja ditahun 2016, kata ketua Golkar Jeneponto ini sebesar Rp1,35 triliun, terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp670,06 miliar terealisasi Rp501,289 miliar atau 72,60 persen. Sedangkan biaya langsung sebesar Rp778,66 miliar terealisasi sebesar Rp657,97 miliar atau 84,50 persen.
Melihat data, kata Iksan, secara keseluruhan belanja tercapai 79 persen. Hal ini disebabkan terlambatnya penetapan APBD Perubahan TA 2016. Sehingga beberapa kegiatan tidak dapat dilaksanakan pada tahun 2016 dan dialihkan ke TA 2017. Tetapi hasil yang ditargetkan tercapai.
”Kami sadar, masih banyak aspirasi masyarakat yang belum bisa diwujudkan akibat keterbatasan dana. Semoga ke depan bisa dilaksanakan,” jelas Iksan Iskandar. (krk/mir/c)

Exit mobile version