JENEPONTO, BKM — Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, mengukuhan 120 orang Forum Anak Kabupaten (FAK) dan deklarasi Kabupaten Layak Anak (KLA). Selain itu, juga dilakukan MoU bersama Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Hj Juniati Kr Tonjong, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Nuralam Basir, Kadis Kesehatan, Syafruddin Nurdin, dan Kadis Pora, Edy Irate.
Kegiatan ini turut dihadiri Kadis P3A Provinsi Sulsel, Ny Hj Andi Mualim, Ketua Penggerak PKK yang juga ibunda PAUD Jeneponto, Hj Hamsih Iksan, Kapolres Jeneponto, AKBP Hery Susanto, Ketua LSM Pattiro Jeka, Khaerullah Loji, serta para pimpinan SKPD yang berlangsung di ruang pola kantor bupati Jeneponto, Sabtu (8/5).
Kadis P3A, Hj Juniati, mengatakan, pengukuhan FAK dan deklarasi KLA ini untuk meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan dalam upaya mempercepat terwujudnya KLA. Juga untuk membangun komitmen partisipasi dan peran aktif para stakeholder melalui penandatanganan MoU oleh Dinas P3A dan dinas Lainnya yang diprakarsai LSM Pattiro Jeka.
Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, mengatakan, pemerintah melalui Kementerian P3A telah mendesain dan mensosialisasikan sebuah sistem dan strategi pemenuhan hak-hak anak yang terintegrasi dan berkelanjutan dengan mengembangkan kebijakan kabupaten/kota layak anak.
Tujuannya, kata Iksan, untuk mensinergikan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Sehingga pemenuhan hak-hak anak Indonesia lebih dipastikan yang merupakan implementasi tindak lanjut komitmen dunia melalui ‘world fit for children’ yang menggema di Jeneponto seperti yang dilaksanakan ini.
Hak-hak yang dimaksud, kata Iksan, ada lima kluster. Yaitu hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar, pendidikan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan seni budaya, serta hak perlindungan khusus sebagai acuan.
Diharapkan, tambah mantan Sekkab Jeneponto, penguatan koordinasi para stakeholder dapat terus ditingkatkan dan terus melakukan koordinasi secara rutin. Karena anak adalah investasi dimasa akan datang.
”Untuk itu, peran kita semua baik pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha, bahu membahu untuk dapat mewujudkannya,” jelas Karaeng Ninra. (krn/mir/c)
World Fit For Children Menggema di Jeneponto
