Site icon Berita Kota Makassar

Ada Delapan Muallaf Baru di Hadapan Zakir Naik

MAKASSAR, BKM — Even DR Zakir Naik Indonesia Visit 2017 Chapter Makassar berlangsung di Baruga Andi Pangerang Petta Rani kampus Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Senin (10/4). Acara ini dihadiri sedikitnya 10.000 orang. Sebanyak 200 kursi disiapkan bagi kalangan non muslim.
Hingga akhir acara, sebanyak delapan orang yang sebelumnya non muslim, mengucapkan syahadat dihadapan ulama asal Mumbai, India itu. Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang dan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto juga hadir dalam acara ini. Keduanya duduk berdampingan dengan sang ulama.
Sebelum di Makassar, Zakir Naik telah melakukan kegiatan serupa di beberapa kota di Indonesia. Diantaranya Bekasi, Bandung, Yogyakarta dan Gontor. Kunjungannya berakhir di Kota Makassar.
Dalam ceramahnya, Zakir Naik membahas materi bertajuk Quran and Modern Science. Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.
Undangan dari kalangan non muslim yang mendapat prioritas untuk bertanya. Alhasil, delapan orang dari penanya itu kemudian memutuskan masuk Islam. Sebelum mengucapkan syahadat, mereka terlebih dahulu bertanya dan dijawab Zakir Naik.
Keharuan pun menyelimuti para undangan, baik yang ada di dalam ruangan maupun di luar. Setiap non muslim dari kalangan perempuan yang jadi muallaf, langsung dipasangkan hijab. Sementara muallaf laki-laki, diberi kesempatan naik ke panggung untuk bersalaman dan memeluk Zakir Naik.
Perempuan non muslim yang pertama kali diberi kesempatan untuk bertanya adalah Octaviana. Tapi ternyata dia tidak menyampaikan pertanyaan. Melainkan langsung menyatakan keinginannya memeluk agama Islam. Keputusan itu membuat mereka yang hadir terkagum-kagum.
”Saya datang ke acara ini tidak untuk bertanya. Saya hanya ingin dibimbing masuk Islam. Sudah sering saya lihat di Youtube. Karena itu saya langsung menyatakan masuk Islam. Belum ada keluarga yang tahu saya masuk Islam. Tapi ini sudah menjadi keputusan saya,” kata Octaviana.
Muallaf baru lainnya adalah Pricilia Angelita. Perempuan yang berstatus mahasiswi di Makassar ini, sebelumnya adalah non muslim karena mengikuti keyakinan ibunya. Setiap minggu ia selalu diajak ke gereja untuk beribadah.
Sementara ayahnya seorang penganut agama Islam. Diam-diam, Pricilia mempelajari agama Islam melalui dakwah Zakir Naik di media sosial.
”Selama ini kan saya takut ibu marah. Saya tidak minta izin ke ibu untuk datang ke sini dan menjadi muallaf. Setelah masuk Islam perasaan saya jadi tenang. Semua konsekwensi dari keputusan saya masuk Islam akan saya terima,” kata Pricilia usai mengucapkan syahadat.
Perempuan lainnya yang jadi muallaf adalah Wayan. Warga negara Australia yang sebelumnya menganut agama Kristen ini mengikuti kepercayaan ibunya. Karena ayahnya seorang yang beragama Hindu. Sementara ibu tirinya beragama Islam.
Ia akhirnya memutuskan masuk Islam setelah lima tahun mempelajari agama ini melalui channels Youtube Dr Zakir Naik.
“Sudah lama saya pelajari Islam melalui Youtube dan teman-teman. Setelah memutuskan masuk Islam, hati saya langsung tenang. Saya memang menunggu momen saja untuk masuk Islam,” terangnya.
Setelah memutuskan masuk Islam, mahasiswi STIE Nobel Makassar ini berjanji akan memperdalam pengetahuannya tentang agama yang kini dianutnya. Tentu dengan bantuan dari orang-orang di sekitarnya. Dia juga telah mempersiapkan diri untuk menghadapi konsekwensi dari keputusannya berpindah agama.
Andi Hidayatullah Lukman, wakil ketua panitia kegiatan yang dilaksanakan Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) ini, menyatakan acara di Makassar merupakan penutup dari seluruh rangkaian kunjungan Dr Zakir Naik di Indonesia.
Usai di Baruga AP Petta Rani, Zakir Naik bersama istri menghadiri acara di Hotel Aryaduta.
Saat berlangsung acara di Baruga AP Petta Rani, panitia memperketat penjagaan. Tempat untuk perempuan dan laki-laki dipisahkan. Puluhan personel kepolisian dan pengamanan kampus dilibatkan untuk menyukseskan kegiatan ini.
Wagub Sulsel Agus Arifin Nu’mang mengatakan, materi ceramah yang disampaikan Zakir Naik merupakan pencerahan bagi semua umat. (ita-rhm/rus)

Exit mobile version