Site icon Berita Kota Makassar

Pimpinan AKD Didesak Bekerja Maksimal

MAKASSAR, BKM– Setelah 10 hari pasca dilantiknya pimpinan baru di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Komite Pemantau legislatif (Kopel) Sulawesi mendesak seluruh pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD) yang baru untuk bekerja serius disisa masa jabatanya.
Menurut Direktur Kopel Sulsel, Musaddaq empat pimpinan komisi yang lalu belum memenuhi ekspektasi rakyat, mereka disebut masih terlalu kaku melakukan fungsinya bahkan lebih banyak melakukan konsultasi daripada mendiskusikan masalah dalam kota.
“Ini sudah dilantik sejak seminggu lalu tapi kerja mereka masih kaku, kita harapkan pimpinan AKD baru dapat mendorong anggotanya terus bekerja dan semakin kritis,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (10/4).
Selain itu, ia meminta fungsi dewan dalam melakukan pengawasan tidak boleh setengah hati, ia juga mendesak agar program dalam penyelesaian program legislasi terus digenjot.
Bukan hanya itu, selain pengawasan yang jauh dari kata maksimal, Dewan juga tidak terlalu serius mengkaji ranperda sehingga selama setengah periode masa jabatan dewan tidak ada hal yang bermanfaat.
” Boleh dikata kinerja dewan kurang dari 10 persen. Kita lihat sudah hampir pertengahan tahun pembahasan di DPRD terkait ranperda baru satu yang dibahas yang lainnya dengan alasan naskah akademik, ditambah LKPJ wali kota sudah sangat terlambat dibahas,” paparnya.
Menyikapi hal itu, anggota DPRD Makassar, Busranudin Baso Tika menuturkan bahwa kinerja dewan tidak dapat diukur dari penyelesaian prolegda. Sebab menurutnya, selama delapan tahun menjadi legislator baru kali ini dewan betul-betul bekerja.
” Komisi kita aktif, misalnya kami di komisi A terus mengejar fasum -fasos dan menindak bangunan melanggar dan besok akan melakukan rapat monev,” katanya.
Hal serupa juga dilakukan tiga komisi lainnya, masing-masing Komisi B, C, dan D, misalnya Komisi B terus menjadi bagian penting atas meningkatnya PAD, sementara C dan D sama bersinergi dalam membangun kesejahteraan rakyat.
“Kita kemarin sudah lakukan pemantauan terhadap pembangunan PK5, ini mau monev usulan ranperda juga sudah disetorkan, terus apalagi yang dikritik yang bilang kita tidak kerja siapa,” tanya Ketua Komisi c DPRD Makassar, Rahman Pina. (ita)

Exit mobile version