GOWA, BKM — Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) dan regular tingkat SMAN-SMKN yang mulai digelar Senin kemarin (10/4) berlangsung lancar dan tertib. UN yang digelar mulai pukul 10.30 Wita itu diikuti ribuan siswa se Gowa.
Jumlah ini lebih besar dibanding siswa SMA yang mengikuti ujian dalam bentuk UNBK yang hanya diiikuti SMAS Alfityan dan SMAN 1 Bajeng. Ujian yang berlangsung selama empat hari ke depan untuk SMK dan tiga hari untuk SMA itu turut dipantau Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan dan Wabup Gowa, H Abd Rauf Malaganni.
Bupati Adnan Purichta memantau di SMAN 1 Palllangga didampingi Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Gowa, Dr Salam. Sedangkan Wakil Bupati Rauf Malaganni memantau di SMAN 1 Sungguminasa didampingi Sekretaris Dinas Diknas, Andi Budiman.
Dari pemantauan hari pertama di SMAN 1 Pallangga, bupati menilai ujian yang berlangsung tahun ini cukup siap dan tertib. ”Semuanya berjalan baik dan lancar. Yang kita kunjungi hanya sampel saja dan cara memantaunya pun dibagi. Tahun ini, ujian saya lihat persiapannya lebih matang. Bahkan seperti soalnya dizigzag-zigzag jadi meski duduk berdekatan soalnya tidak sama. Artinya, kesiapan ujian UN dan UNBK tahun ini dipersiapkan matang,” jelas bupati usai memasuki ruangan terakhir yang dipantaunya di SMAN 1 Pallangga.
Meski SMA dan SMK sudah dikelola langsung Dinas Diknas Provinsi Sulsel, namun menurut bupati, Pemkab Gowa tetap harus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan ujian nasional. Sebab sekolah ini berada di wilayah Kabupaten Gowa,
Dari data yang ada, jumlah sekolah yang melaksanakan UNBK sebanyak enam sekolah yakni SMAN 2 Andalan Malino, SMAN 1 Bajeng, SMAN 1 Bontomarannu, SMAN 1 Bontolempangan, SMA Handayani dan SMA Al-Fityan.
Sedangkan total peserta ujian nasional termasuk yang ikut UNBK tahun ini sebanyak 1.324 siswa. Khusus untuk Subra 01 terdiri dari 817 orang siswa SMAN 1 Sungguminasa, 287 orang siswa SMAN 3 Sungguminasa, 167 orang SMA YAPIP, 30 orang siswa SMA Somba Opu dan 23 orang siswa SMA Gowa Raya.
Sementara khusus di SMAN 1 Pallangga yang dipantau bupati, dari 475 siswa peserta UN yang mengisi 25 ruangan, sebanyak lima orang di antaranya tidak hadir. Dari hasil investigasi pihak sekolah, dari lima siswa itu tiga orang menikah dan dua orang lagi tanpa kabar.
Di sela pemantauan itu, Adnan mengharapkan tingkat kelulusan mencapai 100 persen. Ditanya ada kemungkinan terulang kasus rekayasa nilai hasil ujian yang dilakukan sejumlah kepsek yang berbuntut pada penon-joban 10 kepsek dan 1 kepala UPTD pada tahun lalu, menurut Adnan soal itu tetap menjadi pengawasannya.
”Biarpun sudah ditangani langsung provinsi, jika terjadi pelanggaran serupa, maka saya akan tulis surat ke provinsi. Dengan dasar pelanggaran disertai bukti-bukti, saya akan menindakinya dengan sanksi pencopotan jabatan (kepsek, red). Makanya, ujian SMA ini tetap kita awasi,” terang bupati. (sar/mir)
Tiga Menikah, Dua Tanpa Kabar
