MAMUJU, BKM — Suasana politik di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) saat ini mulai memanas. Padahal, pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) di daerah tersebut baru akan digelar pada 2018 mendatang.
Sejumlah bakal calon (Balon) kini mulai bermunculan. Salah satu figur yang diprediksi masih memiliki kans besar untuk kembali menjadi bupati Polman kedua kalinya, yakni Andi Ibrahim Masdar (AIM).
Selain tipikal kepemimpinannya yang merakyat, adik kandung Ali Baal Masdar (ABM) ini dinilai mampu membawa Kabupaten Polman lebih maju dan berkembang hingga seperti sekarang.
AIM sendiri ketika ditemui BKM di kantor gubernur Sulbar saat mengikuti acara Musrenbang provinsi, Senin (10/4), berharap agar Pilkada Polman nanti berlangsung aman, lancar, dan damai.
Ia juga menyambut baik figur-figur yang akan masuk berkompetisi di Pilkada Polman nanti. ”Lebih banyak figur yang ingin berkompetisi di Pilkada nanti tentu lebih bagus. Karena dirinya sebagai bupati Polman enggan untuk melawan peti kosong. Saya ingin melawan manusia,” tandasnya.
Tentang persiapannya maju di Pilkada nanti, tentu terus dipersiapkan secara intensif. Terutama berkaitan dengan partai pengusung. Karena realita politik di DPRD Polman, Partai Nasdem hanya memiliki dua kursi.
Tentunya membutuhkan koalisi untuk mencukupi persyaratan pengusungan kandidat pada Pilkada nanti yang akan dimulai pergerakan pada tahun depan 2018. Bahkan, Ketua DPW Partai Nasdem Sulbar ini menganggap hal tersebut sebagai sebuah masalah.
Karena partai-partai yang memiliki kursi di DPRD Polman merupakan rekan dan teman akrabnya. ”Ketua-ketua partai yang ada di Polman, bukan lawan saya. Semua adalah teman saya. Jadi kalau untuk berkoalisi, saya kira tidak ada masalah,” ucapnya.
Berkaitan calon wakilnya di Pilkada nanti, AIM menegaskan, semuanya diserahkan pada hasil survei. Meski sudah ada beberapa nama yang disebut-sebut cocok menjadi pendampingnya, tapi yang paling santer terdengar adalah nama M Natsir yang saat ini masih menjabat sebagai wakil bupati Polman.
”Semua yang akan ikut berkompetisi di Pilkada Polman tahun depan, baik itu calon bupati maupun calon wakil bupati, sebaiknya tetap merujuk pada hasil survei,” pesannya. (ala/mir/c)
AIM Enggan Lawan Peti Kosong
