MAKASSAR, BKM — Hingga saat ini, belum ada satu pemerintah daerah di Indonesia yang menerbitkan obligasi atau surat utang. Karenanya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menantang kepada Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo selaku kepala pemerintahan di Provinsi Sulsel untuk menjadi pioner atau pelopor menerbitkan obligasi tersebut.
”Pertumbuhan ekonomi Sulsel sejak tahun 2010 selalu di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Ini berarti pembangunan ekonomi berjalan stabil. Karenanya, saya harap gubernur menjadi pelopor penerbitan obligasi. Dana dari obligasi ini bisa digunakan Pemprov Sulsel untuk membiayai pembangunan infrastruktur seperti jalan dan rumah sakit. Pengembaliannya bisa jangka panjang,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida pada acara Sosialisasi Pasar Modal sebagai Sumber Pendanaan bagi Pengembangan Industri di Daerah, Selasa (11/4) di Hotel Four Point by Sheraton Makassar.
Tantangan dari pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini langsung disahuti Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL). Dengan penuh semangat SYL menyatakan siap menerbitkan obligasi sepanjang mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Bahkan, SYL minta disiapkan dana Rp1 triliun dari penjualan obligasi.
Pada kesempatan tersebut, Nurhaida juga mengapresiasi dan penghargaan bagi Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) karena menjadi salah satu penggerak dan menjadi teladan dalam kerja-kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD).
”Terkait TPKAD, Sulsel salah satu prioritas. Berbanggalah karena Sulsel menjadi salah satu penggeram dan teladan di tahun 2016,” ungkap Nurhaida.
Dijelaskan, secara konsisten OJK mendukung semua program dan langkah pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan ekonomi di wilayah masing-masing. Seperti yang telah dilakukan di Provinsi Sulawesi Selatan.
Nurhaida mengaku salut karena provinsi ini dibawah pimpinan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mampu menjaga pertumbuhan ekonomi secara stabil dan selalu diatas rata-rata nasional yakni diatas tujuh persen.
“Sulsel memberi kontribusi yang cukup signifikan pada pertumbuhan ekonomi secara nasional,” ungkapnya.
Jika pertumbuhan ekonomi secara global tahun lalu cukup rendah, Indonesia berhasil menjaga sehingga cukup stabil di poin 5 persen lebih.
Sejauh ini, pertumbuhan maupun aktifitas ekonomi masih terpusat di Jawa. Dia menekan Sulsel harus berperan lebih besar lagi ke depan.
“Dengan melihat potensi yang ada, Sulsel sangat berpeluang menjadi daerah pertama di Indonesia yang dapat membangun infrastruktur dengan pendanaan dari obligasi daerah, ” tuturnya.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menegaskan Sulsel selalu bergerak ke arah lebih maju. Dengan prinsip tiga kali lebih maju dan lebih mandiri dia optimistis jika Sulsel akan menjadi provinsi terbaik di Indonesia. (rhm/mir)
OJK Tantang Gubernur Terbitkan Obligasi SYL: Siapkan Saya Rp1 T
