BANTAENG, BKM — Jalan poros Banyorang, Kampung Batu Loe, Dusun Sabbanynyang, Desa Nipa-nipa, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng. Usai salat dhuhur, Rabu (12/4) pukul 13.30 Wita.
Tidak banyak kendaraan yang melaju di atas ruas jalan ibukota kecamatan beraspal selebar 6 meter ini. Dari arah Makassar menuju Bulukumba, orang berbelok kiri di pertigaan Tanetea. Kira-kira berjarak 2 km sebelum lokasi wisata Pantai Marina.
Sepinya pengendara siang kemarin disebabkan karena sedang hujan gerimis. Mereka yang sebelumnya sempat berkendara, khususnya roda dua, berhenti untuk berteduh.
Ada yang memilih berteduh di bawah kolong rumah warga. Sebagian di bawah pohon rindang. Meski begitu, masih ada satu dua pemotor yang lewat. Termasuk mobil.
Tiba-tiba terdengar suara dentuman keras. Brakkk!!! Pengendara yang semula singgah berteduh langsung bereaksi. Mereka mencari sumber suara di bawah rintik hujan.
Ternyata, sebuah sepeda motor Yamaha Jupiter warna hijau terlibat tabrakan dengan mobil pick up Isuzu Panther warna hitam. Nahas bagi pemotor. Ia menemui ajal beberapa saat setelah kejadian. Kendaraannya hancur tak berbentuk lagi. Sementara mobil Panther mengalami ringsek yang cukup parah di bagian depan.
Belakangan diketahui, pria malang itu adalah ustas M Sahabat. Bermukim di Jalan Elang Kota Bantaeng. Tepatnya di kompleks SMK Negeri 1. Korban merupakan wakil ketua Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Bantaeng. Sementara pengemudi mobil tak diketahui, karena langsung melarikan diri sesaat setelah kejadian.
Seorang saksi mata Muh Sabran Dahlan menuturkan apa yang dilihatnya. Dia mengaku tengah berteduh di salah satu rumah warga tak jauh dari TKP.
”Tiba-tiba saya dengar benturan keras yang berasal dari jalan. Setelah saya cek, rupanya ada tabrakan,” tuturnya.
Sabran menduga, salah satu dari kendaraan yang terlibat tabrakan ini melaju dalam kecepatan tinggi. “Kalau dilihat kondisi kerusakan yang dialami kedua kendaraan, salah satu diantaranya dipacu dengan kecepatan tinggi,” katanya memprediksi.
Disebutkan Sabran, Sahabat mengendarai motornya dari arah utara. Ia sementara dalam perjalanan pulang ke rumahnya, setelah melayat kerabatnya yang meninggal di Panrangngaji, Kelurahan Campaga, Kecamatan Tompobulu. Berjarak kira-kira 24 kilometer dari kediaman korban di Jalan Elang.
Imran Sahabat, putera kedua almarhum, tampak syok menerima kabar duka yang datang tiba-tiba. Soalnya, kata dia, ayahnya berangkat ke Panrangngaji dalam keadaan sehat dan mengendarai sendiri sepeda motornya.
Diakui Imran, selama ini, ayahnya tidak pernah memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. “Yah, rata-rata kecepatan 40 kilometer per jam,” ujarnya di rumah duka, kemarin. Matanya masih memerah, usai menangis akan kepergian orang yang dikasihinya itu untuk selama-lamanya
Kerabat lainnya H Ahmad Jailani Jabbar, yang juga Kasubag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Bantaeng, sangat kehilangan atas musibah maut ini. Kata dia, Sahabat sudah dianggap sebagai ayahnya sendiri. “Beliau sudah saya anggap sebagai ayah sendiri,” ucapnya sedih.
Dituturkan Jailani, semasa hidupnya, Sahabat menghabiskan waktunya dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Almarhum adalah salah seorang mubalig yang aktif berceramah.
Dikatakan Imran, selain berdakwah, ayahnya aktif menjadi pengurus Muhammadiyah. Almarhum pernah menjabat ketua pimpinan ranting, cabang, dan wakil ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bantaeng.
Sahabat juga berprofesi sebagai guru agama. Beberapa SD, SMP, SMA dan madrasah pernah ditempati mengajar pendidikan agama Islam.
Ustaz Muh Syukri, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bantaeng menuturkan, Sahabat adalah sosok yang telaten dan aktif mengikuti kegiatan MUI. “Beliau adalah pengurus MUI Kabupaten Bantaeng,” ungkapnya.
Usai menjadi korban lakalantas, jenazah Sahabat kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Dr Anwar Makkatutu. Direktur RS dr Sultan menjelaskan, korban menderita sejumlah luka pada beberapa bagian tubuhnya.
Kata dia, hasil visum et revertum, Sahabat menderita luka robek pada pipi sebelah kiri bagian bawah. Bengkak pada rahang sebelah kanan dan leher bagian depan. Patah tertutup pada pergelangan tangan kanan. Juga beberapa luka lebam dan lecet lainnya.
Ditambahkan Direktur RSUD, korban sudah meninggal sebelum tiba di rumah sakit. “Sebelah dibawa ke rumah sakit, korban sempat dirawat di Puskesmas Kassi-kassi, dekat TKP. Selanjutnya, diantar ke rumah sakit tapi sudah meninggal”, terangnya.
Kedua kendaraan yang terlibat dalam peristiwa ini sedang ditangani Satlantas Polres Bantaeng. Hanya saja, identitas kendaraan dan sopir mobil belum diketahui.
“Laporannya belum masuk. Anggota sedang berada di TKP melakukan identifikasi,” kata Kanitlaka Satlantas Iptu Baharuddin. (wam/rus/b)
Lakalantas Renggut Nyawa Ustaz Sepulang Melayat
