Site icon Berita Kota Makassar

Pilwali Palopo Bisa Dua hingga Tiga Paslon

MAKASSAR, BKM–Pemilihan Wali Kota Palopo Juni 2018 mendatang dipastikan akan berhadapan antara politisi Partai Nasdem Judas Amir dengan politisi Partai Golkar Akhmad Syarifuddin alias Ome.
Judas merupakan petahana Wali Kota, sementara Ome juga masih menjabat Wakil Walikota.
Saat ini baik Judas maupun Ome sama sama membutuhkan partai koalisi untuk ikut bertarung karena kursi Nasdem dan Golkar diparlemen belum memenuhi ketentuan atau syarat untuk mengusung pasangan calon.
Judas bersama Nasdemnya terus menjajaki koalisi dengan PKS, seperti ketika menerima wakil ketua DPW PKS Sulsel Syamsari Kitta dirujab. Syamsari yang tak lain adalah Bupati Takalar terpilih datang bersama sejumlah pengurus DPW Nasdem Sulsel diantaranya Hj Tenri Olle YL, Luthfi Halide dan Muhammad Yasin yang juga Wakil Bupati Bantaeng. Sementara Ome lewat Golkarnya juga menjajaki koalisi dengan PAN dan PDIP. Ome juga sudah bertemu dengan legislator PAN Palopo. Tak hanya itu, Ome juga sudah berko0munikasi dengan Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi.
Kandidat lain yang diprediksi ikut bertarung yakni Haedar Basir dan legislatir PKB Sulsel Irwan Hamid.
Pada Pilwali Palopo 2013 lalu di putaran pertama pasangan Haedar Basir-Thamrin Jufi sebagai pemenang pertama disusul pasangan Judas Amir-Ahmad Syarifuddin dan diposisi ketiga yakni pasangan Rahmat Masri Bandaso-Irwan Hamid.
Peneliti dari lembaga survei Citra Komunikasi (Cikom) sebuah lembaga dibawah payung PT Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA, Wiliady memprediksi bila Pilwali Palopo terbuka diikuti dua pasnagan calon hingga tiga pasangan. “Pilwali Palopo akan bertambah seru karena terjadinya persaingan yang sangat ketat antara Judas dengan Ome,”ujar Ady-panggilan akrab Wiliady, Rabu (12/4). Bahkan hasil survei awal yang dilakukan Cikom tergambar adanya persaingan Judas yang sangat ketat dengan Ome yang mempunyai tagline muda, cerdas dan Amanah. “Kami melihat Pilwali Palopo berpotensi head to head antara Judas dan Ome. Ini diakibatkan dukungan publik kota Palopo yang menginginkan untuk head to head, sementara calon lain dalam survei kami tidak cukup signifikan untuk maju pada posisi 01, kecuali calon lain ini memperbaiki popularitasnya dan elektabilitasnya sebelum tahapan digelar,”ujar Ady. (rif)

Exit mobile version