Site icon Berita Kota Makassar

Danny Anggarkan Industri Film Makassar

MAKASSAR, BKM– Sejumlah artis lokal asal Kota Makassar berkunjung ke rumah jabatan (Rujab) Wali Kota Makassar di Jalan Penghibur, Minggu (16/4).
Selain artis lokal, dua artis internasional yakni Shaheer Sheikh Nawa dan Mr Hans yang berperan dalam film Maipa Deapati dan Datumuseng turut hadir dalam ramah tamah bersama Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.
Suksesnya film Uang Panai dengan meraih penghargaan Indonesia Box Office dengan total 16 ribu penonton akan meraih penghargaan Iboma dan Usmar Ismail Award 2017 dalam waktu dekat.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto memberikan apresiasi dan masukan yang positif terhadap industri perfilman di Makassar. Dimana menurut Danny sapaan akrab wali kota, agar dunia perfilman di Makassar terus berkembang diperlukan pondasi yang kokoh yakni dengan menjaga ciri dan khas film asal Makassar.
“Seperti film India, itu memiliki ciri dan khas nyanyian dan tarian. Begitupun industri perfilman di Makassar sudah sangat baik, karena para pemain-pemainnya memiliki talenta yang baik dan harus dipertahankan,” sebutnya.
Melihat suksesnya industri perfilman di Makassar, orang nomor satu di Kota Makassar itupun berjanji akan mengusulkan anggaran yang dikhususkan untuk mendukung perfilman di Makassar agar terus berkembang dengan baik. Selain itu, pemerintah kota juga akan lebih fokus untuk memperhatikan tempat-tempat budaya dan bersejarah yang ada di Makassar agar setiap cerita dapat selalu diingat dan dikenang. “Kalau bisa di tahun ini kami akan usulkan anggarkan untuk perfilman,” katanya.
Sementara itu, Produser Film Maipa Deapati & Datumuseng, Zulkifli Gani Otto mengatakan, sejauh ini penggarapan film Maipa Deapati dan Datumuseng telah mencapi 60 persen. Film yang diproduksi dengan tiga bahasa yakni Indonesia, Mandarin dan Inggris itu ditarget selesai di tahun ini dan tayang berskala internasional.
Zugito sapaan akrab Produser Film Maipa Deapati dan Datumuseng itu juga tak lupa memperkenalkan 11 film yang digarap Fajar Multi Film yaitu Sumiati, Uang Panai, Parakang, Suhu Beku, Makassar In Love, Komedi kampus, Silariang, Cinta sama dengan Cindolo na Tape, Maipa Deapati dan Datumuseng, Arti Raja dan Makassar Under Ground.
“Film Maipa dan Datumuseng saat ini proses sudah 60 persen dan kami target tayang pada November tahun ini,” katanya.
Sementara anggaran yang dikucurkan untuk membuat 11 film di 2017 sekitar Rp30 sampai Rp35 miliar. Khusus untuk film Maipa Deapati dan Datumuseng anggaran sebesar Rp17 miliar. “Kita harapkan pemerintah kota dapat selalu mendukung dunia perfilman di Makassar terlebih dalam memberikan bantuan penganggaran,” tutupnya. (arf)

Exit mobile version