Site icon Berita Kota Makassar

Akmal : Penanganan Pangan Jelang Puasa dan Lebaran Perlu Meningkat

MAKASSAR, BKM–Penanganan pangan menjelang puasa dan lebaran dinilai mendapat perhatian dari anggota komisi IV DPR, Andi Akmal Pasluddin.
Menurut legislator PKS DPR RI ini, hingga saat ini penangan paangan masih jauh dari harapan dan perbaikan. Pasalnya, target pemerintah baru pada tataran memberikan kecukupan akan ketersediaan pangan pada moment strategis tiap tahun di bulan puasa. “Pemerintah perlu meningkatkan target penanganan pangan jelang bulan Ramadhan dan Syawal, berupa bukan hanya stabilisasi sotok pangan, namun juga perlu adanya kestabilan harga dimana selama ini baik harga-harga terutama pangan selalu mengalami lonjakan kenaikan,”ujar Akmal, Selasa (17/4). Akmal mengatakan, Komisi IV DPR senantiasa mengingatkan kepada pemerintah, baik mitra kerja maupun bukan mita kerja seperti kementerian pertanian, kementerian kelautan perikanan, kementerian perdagangan, kementerian BUMN hingga kementerian koordinator perekonomian untuk berupaya keras pada stabilisasi harga pangan. Bahkan kepala-kepala daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota diajak bersama-sama membuat kebijakan jangka pendek untuk mengatasi permasalahan pangan yang tiap tahun terjadi menjelang moment puasa dan lebaran ini.
Kebijakan pemerinah, tambah Akmal, senantiasa mematok lonjakan harga ditoleransi sebesar 10%. Kebijakan ini biasanya berawal dari kementerian perdagangan pada rapat koordinasi terbatas bidang pagan dibawah menko perekonomian.
Mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel ini mengingatkan kepada pemerintah, bahwa inflasi negara ini sangat rentan pada komoditas pangan. Sebagai contoh hanya pada cabai dan bawang saja, sudah mampu mengguncang situasi ekonomi masyarakat. Ini bukti bahwa pondasi perekonomian kita sangat rentan terhadap stabilisasi pangan. “Kami berharap, pemerintah mampu meningkatkan penanganan persoalan pangan di bulan puasa dan lebaran bukan saja pada ketersediaan stok pangan saja. Namun lebih besar dari itu adalah, bagaimana pemerintah mampu mengatasi lonjakan harga pangan di moment itu agar tidak ada kenaikan atau maksimal kenaikan hanya 5% saja,”pungkas mantan Ketua DPW PKS Sulsel ini. (rif)

Exit mobile version