Site icon Berita Kota Makassar

Pertumbuhan Ekonomi Sulbar Capai 6,03 Persen

MAMUJU, BKM — Pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulbar selama tahun 2016 mencapai rata-rata 6,03 persen. Angka ini sudah melampaui dari rata-rata nasional yang hanya 5,02 persen.
Laju pertumbuhan ekonomi yang impresif tersebut dipengaruhi konsistensi pemerintah dalam memperbaiki iklim investasi di daerah serta semakin pesatnya kinerja pertumbuhan ekonomi di berbagai bidang seperti perkebunan, pertanian, pertambangan jasa industri dan lainnya.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Provinsi Sulbar, Ismail Zainuddin, pada acara penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Sulbar tahun 2016 di hadapan sidang paripurna DPRD Sulbar, Senin (17 /4), di gedung DPRD Sulbar.
Diungkapkan, perbaikan laju pertumbuhan tidak saja pada sektor ekonomi, tapi juga sektor lainnya. Di antaranya sektor pendidikan. Dimana, Angka Partisipasi Sekolah (APS) di Sulbar selama kurun waktu 2012-2015 terlihat paling tinggi.
Yakni berada pada level SD mencapai 98,00 persen. Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2012 yang hanya sebesar 95,66 persen. Sementara untuk APS pada level SMP dan SMA pada tahun 2015 masing-masing dicapai sebesar 89,84 persen dan 67,14 persen.
Pada bidang kesehatan, lanjutnya, keberhasilan pembangunan dapat dilihat pada beberapa aspek, seperti perkembangan sarana dan prasarana kesehatan. Salah satunya adalah meningkatnya angka harapan hidup penduduk Sulbar secara umum.
Dimana ditahun 2014 sebesar 64,04 persen menjadi 64,22 persen pada tahun 2015. Untuk pengentasan dalam bidang kemiskinan juga mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2006 yang merupakan awal berdirinya Provinsi Sulbar, maka persentase penduduk miskin telah dicapai sebesar 19,30 persen dan mampu diturunkan menjadi 11,19 persen pada tahun 2016,
Meski turun, tapi angka yang dicapai masih di atas rata-rata nasional yang hanya diangka 10,70 persen. Selain itu, penurunan juga terjadi di sektor pengangguran. Pada tahun 2016 angka pengangguran rata-rata menjadi 3,3 persen.
Sementara untuk pembangunan jalan, dari tahun ke tahun juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2016 sekitar 763,17 kilometer, dengan kondisi mantap 86 persen dan kondisi tidak mantap 14 persen. Untuk jalan provinsi pada tahun 2016 sepanjang 349,62 kilometer, dengan kondisi baik 21,10 persen, kondisi sedang 38,30 persen, dan kondisi rusak berat 40,60 persen.
Sekprov Sulbar, Ismail Zainuddin, menambahkan, untuk pendapatan daerah setelah perubahan ditargetkan sebesar Rp1.699.484.593.836,24, dapat terealisasi sebesar Rp1.687.045.294.112,75 atau sebesar 99,85 persen dari target yang direncanakan.
Realisasi pendapatan daerah tersebut bersumber dari PAD sebesar Rp276.125.572.381,75 atau sebesar 97,25 persen dari target sebesar Rp283.931.986.836,24, sedangkan realisasi dana perimbangan dan transfer sebesar Rp1.409.011.534.820,00 atau 99,75 persen dari target sebesar Rp1.412568.817.000,00 dan realisasi pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp1.908.186.911,00 atau sebesar 63,95 persen dari target yang direncanakan sebesar Rp. 2.983.790.000,00 .
”Dari realisasi penerimaan pendapatan daerah dalam APBD tahun anggaran 2016 secara umum memberikan gambaran keberhasilan dari upaya kita bersama untuk semakin meningkatkan PAD atau secara absolut terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun,” ujar Ismail Zainuddin.
Lanjut Ismail Zainuddin menjelaskan, untuk belanja daerah dalam dua kelompok belanja, yakni belanja tidak langsung dan belanja langsung. Belanja tidak langsung setelah perubahan direncanakan sebesar Rp826.496.310.389,24 dengan realisasi sebesar 823.154.296.090,00 atau 98,05 persen dari yang direncanakan.
Sedangkan belanja langsung direncanakan sebesar Rp1.024.027.738.471,76 dan terealisasi sebesar Rp942.823.315.327,00 dari yang direncanakan, dimana penyerapan anggaran belanja dimaksud masih cukup ideal untuk mendorong pembangunan daerah. (ala/mir/c)

Exit mobile version