Site icon Berita Kota Makassar

Bekerja Tanpa Harus Melupakan Kodrat

Hari Kartini kadang dipersepsikan keliru oleh beberapa kalangan perempuan. Beberapa perempuan ada yang terlalu berlebihan memandang emansipasi. Akhirnya, dalam mewujudkannya, mereka sering melupakan keluarganya.

Padahal, dalam setiap pesannya, RA Kartini menekankan kepada perempuan untuk tidak pernah melupakan keluarga. Secara kodrat, perempuan tetap sebagai ibu dari anak-anak mereka dan sebagai istri dari suaminya.

Pesan inilah yang dipegang teguh Andi Salmawati. Bekerja sebagai praktisi hukum, Andi Salma tentu membutuhkan waktu yang banyak untuk menekuni profesinya.

Kendati demikian, Andi Salma tidak pernah melupakan keluarga. Ia tetap menyiapkan waktu mengurus empat anak-anaknya. Komunikasi dengan anak adalah hal penting untuk menanamkan nilai-nilai moral dan agama.

“Yang paling repot saat saya menempuh pendidikan magister di Universitas Gadjah Mada (UGM). Saya harus meninggalkan anak-anak. Tapi kadang saya bolak-balik Makassar-Yogya,” kata Andi Salma saat bertandang ke redaksi Berita Kota Makassar, Jumat (21/4) sore.

“Agak repot juga. Tapi untungnya saat itu anak-anak saya sudah besar. Jadi sudah tidak terlalu risau saat ditinggalkan,” imbuhnya.

Yang tidak bisa ia lupakan saat harus meninggalkan keluarga selama kurang lebih setahun. Saat itu, Andi Salma dalam proses penyelesaian studinya di UGM. Jika ia tidak menetap lama di Yogyakarta, maka ia akan kesulitan menyelesaikan studi.

“Beruntung keluarga sangat mendukung. Suami dan anak-anak mendukung. Alhamdulillah S2 saya bisa cepat selesai,” katanya.

Ditanya tentang nasib perempuan saat ini, menurut Andi Salma agak lebih baik dibanding beberapa puluh tahun silam. Saat ini perempuan sudah disejajarkan dengan kaum pria di segala bidang kehidupan.

“Mulai dari sosial, politik, ekonomi dan hukum. Perempuan sudah diberi kesempatan yang sama. Kalaupun masih ada perempuan yang belum merasakan kesetaraan, mungkin disebabkan faktor lain misalnya pendidikan dan budaya,” katanya.

Kendati demikian, alumni Fakultas Hukum Universitas 45 Makassar ini menyayangkan masih banyaknya tindakan kekerasan terhadap perempuan. “Lelaki juga harus diberi kesadaran untuk tidak melakukan tindak kekerasan terhadap perempuan. Kaum perempuan pun diberi pendampingan agar ketika mengalami kekerasan segera mengadukan ke aparat kepolisian,” paparnya.

Ia juga memuji para perempuan muda saat ini. Mereka mampu memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk bangkit secara ekonomi. “Banyak anak-anak muda, khususnya perempuan yang berbisnis secara online atau membuka butik dan gerai makanan. Mereka sangat cekatan. Anak saya salah satunya yang kini memiliki butik,” kata Andi Salma memuji.

Intinya, menurut wanita berdarah Wajo ini, para perempuan harus mampu hidup mandiri. Tidak lagi terjebak di sektor domestik (di dalam rumah) yang kerjanya hanya urusan rumah tangga. Tetapi perempuan sudah harus bangkit bekerja di sektor publik (di luar rumah) tanpa harus melupakan kodratnya sebagai wanita. (maf)

Exit mobile version