MAKASSAR, BKM–Sedikitnya tiga politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Sulsel tumbang dari politisi baru dalam pelaksanaan Pemilu raya (Pemira) yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Makassar baru-baru ini. Ketiga politisi senior PKS Sulsel tersebut masing-masing Muhammad Jafar Sodding, Ariady Arsal dan Sri Rahmi. Ketiganya kalah dalam mendapatkan dukungan dari Mudzakkir Ali Jamil yang biasa disapa Muda. Hasil Pemira yang baru saja dilaporkan ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sulsel Jumat (21/4) sore menempatkan Muzakkir Ali Jamil diposisi teratas dengan tingkat penerimaan 32 %, disusul Jafar Sodding 16%, Hasan Hamido 13%, Iqbal Djalil 11% dan Sri Rahmi 11%.
Bila melihat pengalaman dari Jafar Sodding cukup panjang. Dua periode di DPRD Makassar dan dua periode di DPRD Sulsel. Tak hanya itu, Jafar Sodding juga pernah tercatat sebagai Wakil Ketua DPRD Makassar dan sempat maju di Pilwali dengan posisi calon Wakil Walikota.
Sementara Ariady juga tercatat sebagai anggota DPRD Sulsel dua periode. Bendahara DPW PKS Sulsel ini sebelumnya adalah Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sulsel. Adapun Sri Rahmi merupakan legislator PKS Sulsel dan sebelumnya juga tercatat sebagai legislator PKS Makassar.
Ariady Arsal mengaku bila Pemira yang dilakukan di Makassar baru tahap penjaringan bakal calon.
“Sebagai penanggungjawab Pilkada wilayah Zona 1, kami tidak tahu kalo hasil Pemira dibocorkan ke media. Yang jelas PKS tidak terbiasa memberikan hasil Pemira ke publik,”ujar Ariady, Jumat kemarin.
Menurut Sekretaris Komisi D DPRD Sulsel ini nama-nama yang terjaring nomor urut berapapun ataupun sebesar berapapun hasilnya berpeluang sama untuk diusung oleh PKS. “Hasil penjaringan yang dilakukan oleh DPD PKS Makassar menjadi acuan untuk berkomunikasi lebih lanjut terkait usungan dan teknis pemilihan. Bagi kader internal partai, tentunya akan menjadi proses seleksi awal untuk difinalisasi setelah melihat respon masyarakat dan penerimaan dengan partai lain,”jelasnya.
Soal kekalahan politisi senior PKS di Pemira, Dosen politik UIN Alauddin Firdaus Muhammad menilai jika proses Pemira tentu sesuai mekanisme internal PKS, sehingga hasilnya harus diterima semua kalangan. “Hal ini juga menunjukkan proses kaderisasi di PKS berjalan baik,”jelas Firdaus. (rif)
Jafar Sodding dan Ariady Arsal Kalah di Pemira PKS
